Apakah Ada Siksa Kubur Bagi Jasad Yang Terbakar/Tidak Berbentuk?

Apakah Ada Siksa Kubur Bagi Jasad Yang Terbakar/Tidak Berbentuk?

Apakah Ada Siksa Kubur Bagi Jasad Yang Terbakar/Tidak Berbentuk?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, mau tanya mengenai orang kafir yang jasadnya dibakar (ngaben). Apakah tetap ada siksa kubur?

Jazaakallahu khairan Ustadz…

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Ya, tetap ada siksa kubur, apalagi orang kafir.

Syeikh Ibn Baz rohimahulloh pernah ditanya tentang mayit yang jasadnya tidak dikubur (bisa karena tenggelam, hancur, dimakan hewan buas, dll) apakah akan selamat dari adzab kubur?

الجواب: الميت يسأل، سواء كان في قبره أو في أي مكان، أو في الصحراء أو في البحار أو في بطون السباع هو مسئول، … فهو يسأل ويعذب إن كان شقيًا أو ينعم إن كان تقيًا، … الجسد الذي بقي منه عظام أو جلد ما بقي من الجسد له نصيبه من النعيم والعذاب على الكيفية التي يعلمها الله سبحانه وتعالى

Beliau menjawab;
Mayit itu akan ditanya, entah itu dikuburnya atau dimanapun, di gurun/padang pasir, di lautan, atau di perut binatang buas, ia akan ditanya. Ia akan ditanya dan diadzab jika durhaka, dan diberi nikmat jika bertaqwa. Dan jasad yang tersisa darinya seperti tulang, kulit, atau selainnya akan mendapatkan jatahnya entah itu nikmat atau adzab sesuai dengan cara dan kehendak yang hanya diketahui oleh Alloh.

Syeikh Ibn ‘Utsaimin rohimahulloh juga pernah ditanya apakah adzab kubur itu menimpa jasad atau ruh?

فأجاب :
الأصل أنه على الروح ، لأن الحكم بعد الموت للروح ، والبدن جثة هامدة ، ولهذا لا يحتاج البدن إلى إمداد لبقائه ، فلا يأكل ولا يشرب ، بل تأكله الهوام ، فالأصل أنه على الروح ، لكن قال شيخ الإسلام ابن تيمية إن الروح قد تتصل بالبدن فيعذب أو ينعم معها …. فبناء على ذلك قال العلماء إن الروح قد تتصل في البدن فيكون العذاب على هذا وهذا ، وربما يستأنس لذلك بالحديث الذي قال فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إن القبر ليضيق على الكافر حتى تختلف أضلاعه ) فهذا يدل على أن العذاب يكون على الجسم لأن الأضلاع في الجسم . مجموع فتاوى ابن عثيمين (1/25)

Beliau menjawab;
Pada dasarnya adzab kubur itu akan menimpa ruh, karena hukuman setelah mati adalah bagi ruh. Sedangkan badannya adalah sekedar bangkai yang rapuh. Oleh karena itu badan tidak memerlukan lagi bahan makanan untuk keberlangsunganya; tidak butuh makan dan minum, bahkan justru dimakan oleh tanah.

Akan tetapi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata bahwa ruh kadang masih bersambung dengan jasad sehingga diadzab atau diberi nikmat bersama-sama.

Beralasan dari kejadian-kejadian seperti ini, ulama menyatakan bahwa ruh terkadang bersambung dengan jasad, sehingga siksa itu menimpa ruh dan jasad. Barangkali ini pula yang diisyaratkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya kubur itu akan menghimpit orang kafir sehingga remuk tulang-tulang rusuknya”.
Ini menunjukkan bahwa siksa itu menimpa jasad, karena tulang rusuk itu terdapat pada jasad.
(Majmu’ fatawa Ibn ‘Utsaimin 1/25)

Dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa adzab kubur tetap akan menimpa ruh serta jasad seseorang. Terlepas ada silang pendapat tentang adzab yang menimpa jasad, namun bagaimanapun keadaan jasadnya, Alloh Maha Berkehendak dan Mengetahui tentang caranya.

Referensi :
fatwa islam seputar siksa kubur

fatwa syaikh bin baz

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
📆 Senin, 18 Rajab 1440H / 25 Maret 2019M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS