Apakah Ada Perbedaan Sujud Shalat Pria dan Wanita?

Apakah Ada Perbedaan Sujud Shalat Pria dan Wanita?

Apakah Ada Perbedaan Sujud Shalat Pria dan Wanita?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah ada perbedaan sujud shalat pria dan wanita?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ahsanallahu ilaikum ustadz, ijin bertanya.

Ustadz, saya mau nanya lagi perihal sujud wanita, apakah sama dengan sujud pria?
Menurut keumuman hadits shalat wanita dan pria tidak ada bedanya ya?
Tapi ana baca dalam beberapa buku dan website islam kalau sujudnya wanita harus lebih rapat.
Pendapat yang lebih mendekati kebenaran yang mana ya ustadz?

شكرا

(Disampaikan Fulanah, SAHABAT BiAS T09, G24)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Memang ada perbedaan di kalangan para ulama akan hal tersebut, sebagian menyatakan wanita tatkala sujud tidak usah terlalu merenggangkan lengannya karena itu lebih menutup bagi wanita. Dikarenakan wanita adalah aurat sehingga tidak usah merenggangkan tangan tatkala sujud tapi merapatkannya.

Kemudian sebagian ulama yang lain menyatakan tidak ada bedanya antara tata cara sujud nya seorang lelaki dengan wanita. Karena tidak ada dalil khusus yang menjelaskannya.
Dan wanita itu disyariatkan untuk shalat di rumahnya masing-masing sehingga ia aman dari pandangan lelaki lain. Al-Imam Al-Albani menyatakan :

كل ما تقدم من صفة صلاته صلى الله عليه وسلم يستوي فيه الرجال والنساء ، ولم يرد في السنة ما يقتضي استثناء النساء من بعض ذلك ، بل إن عموم قوله صلى الله عليه وسلم ” صلوا كما رأيتموني أصلي ” يشملهن

“Semua hal yang telah berlalu tadi berupa sifat shalat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sama berlaku pada diri lelaki dan wanita. Dan tidak tersebut di dalam sunnah sesuatu yang mengharuskan adanya pengecualian bagi wanita dalam kasus itu.
Bahkan keumuman sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan : Shalatlah kalian sebagaiman  kalian melihat aku shalat ! mencakup para wanita juga.”
(Shifat Shalat Nabi 189).

Demikian pula Al-Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan tatkala membantah adanya perbedaan tata cara sujud bagi wanita beliau berkata :

والجواب على هذا من وجوه :
أولاً : أن هذه العلة لا يمكن أن تقاوم عموم النصوص الدالة على أن المرأة كالرجل في الأحكام ، لاسيما وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( صلوا كما رأيتموني أصلي ) فإن هذا الخطاب عامّ لجميع الرجال والنساء
ثانياً : ينتقض هذا فيما لو صلت وحدها ، والغالب والمشروع للمرأة أن تصلي وحدها في بيتها بدون حضرة الرجال ، وحينئذ لا حاجة إلى الانضمام ما دام لا يشهدها رجال
ثالثاً : أنتم تقولون إنها ترفع يديها ، ورفع اليدين أقرب إلى التكشف من المجافاة ، ومع ذلك تقولون يسنّ لها رفع اليدين ، لأن الأصل تساوي الرجال والنساء في الأحكام
والقول الراجح :
أن المرأة تصنع كما يصنع الرجال في كل شيء فترفع وتجافي ، وتمد الظهر في حال الركوع ، وترفع بطنها عن الفخذين ، والفخذين عن الساقين في حال السجود … وتفترش في الجلوس بين السجدتين ، وفي التشهد الأول ، وفي التشهد الأخير في صلاة ليس فيها إلا تشهد واحد ، وتتورك في التشهد الأخير في الثلاثية والرباعية
إذاً لا يُستثنى من هذا شيء بالنسبة للمرأة

“Jawaban atas hal ini ada beberapa :

1. Bahwa alasan tersebut tidak memungkinkan untuk membantah keumuman nash-nash yang ada bahwa wanita itu sama dengan laki-laki dalam masalah hukum, apalagi Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda:

( صلوا كما رأيتموني أصلي )

“Shalatlah kalian sebagaimana kamiu melihat aku shalat”. Perintah tersebut berlaku untuk umum baik laki-laki maupun perempuan.

2. Hal itu terbantahkan jika seorang muslimah shalat sendirian, mayoritas dan yang  dibenarkan oleh syari’at bahwa wanita hendaknya shalat sendiri di rumahnya tanpa dihadiri orang laki-laki, dengan demikian tidak perlu mendekatkan (jarak sujudnya) selama tidak dilihat oleh orang laki-laki

3. Anda semua mengatakan bahwa wanita juga mengangkat tangan (pada saat takbir dalam shalat), sedangkan mengangkat tangan lebih terbuka dari pada menjauhkan jarak sujud, akan tetapi anda semua tetap mengatakan: “Disunnahkan bagi wanita untuk mengangkat tangan”.
Karena hukum asalnya adalah disamakan antara laki-laki dan perempuan dalam masalah hukum.

Pendapat yang kuat adalah:

Bahwa seorang wanita melaksanakan shalat sama dengan laki-laki dalam semua gerakan, baik dalam hal mengangkat tangan atau menjauhkan jarak sujud.
Memanjangkan punggung pada saat ruku’, menjauhkan perutnya dari kedua pahanya, menjauhkan kedua pahanya dari kedua lengannya pada saat sujud, duduk iftirasy pada saat duduk di antara dua sujud dan pada saat tasyahhud awal, dan pada tasyahhud akhir pada saat melaksakan shalat yang hanya mempunyai satu tasyahhud, termasuk duduk tawarruk pada saat tasyahhud akhir pada shalat-shalat yang terdiri dari tiga atau empat raka’at.
Jadi tidak ada pengecualian bagi wanita dalam masalah ini”.
(Asy-Syarhul Mumti’ : 3/303-304).

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Kamis, 06 Jumadal Ula 1441 H/ 02 Januari 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS