Apa Benar Wanita Jarang Keluar Rumah Sulit Cari Jodoh?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlak mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apa benar wanita jarang keluar rumah sulit cari jodoh?

Selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apakah benar jika seorang wanita yang sangat jarang keluar rumah atau jarang bersosialisasi dengan dunia luar itu kecil kemungkinannya untuk bisa mendapatkan jodoh?

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Belum Tentu

Ketahuilah ayyuhal akhawat, setiap dari kita telah memiliki rejekinya masing-masing. Maka yakin dan optimislah pada ketetapan Allah terhadap semua makhluknya,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rejekinya.” (QS. Hud: 6).

Allah Telah Menjamin Jodoh Kita

Dan di antara rezeki yang telah Allah jamin ketetapannya adalah jodoh, jadi tak perlu risau tentang jodoh.

Tugas kita selain berdo’a adalah terus berikhtiar dan mengikhtiarkannya dengan cara yang terbaik

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ

Baca Juga:  Bagaimana Hukumnya Sholat Dengan Imam Akhwat yang Posisinya di Depan Makmum?

“Beramallah (ikhtiarlah) kalian, karena masing-masing akan dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang ditakdirkan untuknya)” (HR. Muslim, 2648).

Dalam riwayat yang lain disebutkan, ‘Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، فِيمَا يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ؟

“Wahai Rasulullah, lalu untuk apa orang-orang yang beramal melakukan amalan mereka?”, Beliau menjawab,

قَالَ : كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Setiap orang akan dimudahkan (menuju jalan) penciptaannya.” (HR. Bukhari, 7551).

Bagaimana Ikhtiarnya?

Dengan hadir rutin di majelis ta’lim, dalami tentang ilmu seputar pernikahan, lalu sampaikan kepada guru, ustadzah, atau teman yang dapat dipercaya bahwa anti telah siap menikah.

Seseorang bisa jadi dianggap jarang keluar rumah, karena memang tidak pernah ke mall dan sangat jarang jalan-jalan, ia hanya keluar sepekan sekali atau dua kali saat ada ta’lim, maka yang demikian ini bisa jadi lebih cepat jodohnya daripada yang setiap hari jalan-jalan ke mall.

Gadismu Adalah Tanggungjawabmu

Kalau perlu ajak keluarga untuk duduk bersama di majelis ta’lim, arahkan mereka untuk menyadari tanggung jawabnya pula, khususnya kepada para Ayah, ingatkan bahwa gadismu adalah tanggungjawabmu..

Allah berfirman,

وَأَنكِحُوا الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Baca Juga:  Tidak Bersyahadat di Akhir Hayat, Apa Amalannya Gugur?

”Kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya, dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha mengetahui” (QS. An-Nur, 32).

Makna: “orang-orang yang sendirian” adalah orang-orang yang belum menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Syeikh As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan,

يأمر تعالى الأولياء والأسياد، بإنكاح من تحت ولايتهم من الأيامى وهم: من لا أزواج لهم، من رجال، ونساء ثيب، وأبكار، فيجب على القريب وولي اليتيم، أن يزوج من يحتاج للزواج، ممن تجب نفقته عليه

“Allah memerintahkan kepada para wali dan kepala keluarga untuk menikahkan setiap orang yang belum menikah, yang berada di bawah kewaliannya, baik laki-laki maupun perempuan, gadis maupun janda. Kewajiban keluarga dan wali anak yatim untuk menikahkan setiap anak yang siap menikah, yang wajib dia nafkahi..” (Tafsir As-Sa’di, hal. 567).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Ibn Utsaimin,

وأوصي أيضاً الآباء بالنسبة لأبنائهم وبناتهم : أن يتقوا الله تعالى فيهم ، لأن الأب إذا كان قادراً على تزويج ابنه وجب عليه أن يزوجه وجوباً كما يجب أن يكسوه ويطعمه ويسقيه ويسكنه يجب عليه أن يزوجه

Baca Juga:  Meraih Keberkahan Ilmu Agama

“Aku nasihatkan kepada para bapak (kepala rumah tangga), terkait putra – putri mereka, bertakwalah kepada Allah dalam mengurusi mereka. Karena ketika bapak mampu menikahkan putranya maka dia wajib menikahkannya, sebagaimana dia wajib memberi pakaian, memberi makan, minum, tempat tinggal kepadanya, dia juga wajib menikahkannya” (Al-Liqa As-Syahri, 28/2).

Karenanya termasuk nasihat kepada para ayah, jangan diam saja ketika melihat ikhwan shalih disekitar anda, jangan malu untuk menawarkan putri anda kepadanya. Ingatlah bagaimana dulu ‘Umar bin Khattab menawarkan Hafshah kepada Abu Bakr dan ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhum sebelum akhirnya dipersunting oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah mudahkan jodoh kita semua, dan beri kesadaran kepada para ayah untuk ikut andil memilihkan jodoh terbaik bagi para gadisnya.

Dijawab dengan ringkas oleh:

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Kamis, 3 Ramadhan 1442 H / 15 April 2021

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  klik disini