Nasehat Untuk yang Sedang Bimbang Memilih Pekerjaan

Nasehat Untuk yang Sedang Bimbang Memilih Pekerjaan

Nasehat Untuk yang Sedang Bimbang Memilih Pekerjaan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang nasehat untuk yang sedang bimbang memilih pekerjaan.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ahsanallahu ilaikum Ustadz.

Alhamdulillaah suami saya mendapat kenikmatan naik jabatan di tempat ia bekerja. Dalam waktu yang sama beliau dipanggil interview oleh salah satu perusahaan BUMN dan optimis akan diterima.
Namun saya sangat khawatir jika nanti suami saya ditempatkan kerja di sana karena minimnya kajian sunnah (sudah saya cari-cari info kajian sunnah di kota tersebut). Dan membuat keimanan kami menurun bahkan futur.
Sedangkan selama beliau tinggal di kota yang sekarang dan bekerja di sini, alhamdulillaah kajian sunnah rutin sangat banyak.
Ditambah beliau bisa meluangkan waktunya untuk belajar bahasa Arab di salah satu lembaga pembelajaran juga memiliki jadwal kajian rutin setiap harinya. Juga shalat tepat waktu berjama’ahnya terjaga.

Dari sisi lain, beliau sangat antusias untuk mengikuti tes BUMN ini karena cita-cita orangtuanya yang ingin anaknya bekerja di BUMN karena ekonominya terjamin katanya. Selama kami hidup di sini dan suami bekerja di sini, Allaah selalu cukupkan segalanya untuk kami.
DAN saya tidak menyukai jika suami akan bekerja di sana karena takut akan larut oleh dunia, lingkungan tempat tinggal dan kerja yang jauh dari peduli akan syari’at, juga kurangnya rasa tawakkal karena jaminan perusahaan BUMN berbeda dengan perusahaan swasta.

Bagaimana sikap saya sebagai istri untuk memberikan nasihat terbaik kepada suami saya perihal hal ini ? Apakah saya berdosa jika tidak menyetujui pilihan pekerjaan suami saya di sana ?

شكرا

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-24)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.
Ayyatuhal Akhwat baarakallah fiikunna.

Carilah pekerjaan yang selalu mendekatkan kepada Allah Ta’ala dan bukan sebaliknya, pahami seluk beluk pekerjaan tersebut. Apakah berpotensi dapat menjauhkan dari agama ataukah tidak?
Apakah banyak kesamaran (syubhat) di dalamnya ataukah jelas kehalalannya?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul.”
Allah Ta’ala berfirman : “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.””(QS. Al-Mu’minun: 51).

Dan Allah Ta’ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.”
(QS. Al-Baqarah: 172).

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’
Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.”
(Hadits shahih. HR. Muslim, no. 1015).

Nasehat kami berdoalah kepada Allah Ta’ala Yang Maha Pemurah untuk memberikan jalan terbaik, kemudian rundingkan dulu dengan suami dan pahami konsekuensi setelah itu dengan segala pertimbangan yang ada.
Ingatlah kebanggaan dan kebahagiaan itu adalah mereka yang sedang menempuh jalan terjal untuk kehidupan yang abadi nan bahagia kelak.
Semoga Allah Ta’ala memudahkan urusan kaum muslimin.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Jum’at, 26 Shafar 1441 H/ 25 Oktober 2019 M



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )