Fawaid Hadist #145 | Antara Teladan Kebaikan Dan Pelopor Keburukan
Fawaid Hadist #145 | Antara Teladan Kebaikan Dan Pelopor Keburukan
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #145 | Antara Teladan Kebaikan Dan Pelopor Keburukan. Selamat membaca.
[div class=fawaid-hadis]
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa sedikit pun mengurangi dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim, no. 2674).
[/div]FAEDAH HADIST
Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;
- Pelajaran penting tentang anjuran dan motivasi untuk berdakwah kepada kebaikan dan menunjukkan keutamaan seorang da’i, (yaitu) orang yang mengajak kepada kebaikan. Hadist ini juga berisi ancaman keras. Ancaman agar tidak mengajak orang kepada kesesatan karena besarnya dosa orang yang mengajak kepada kesesatan.
- Metode dalam menunjukkan kebaikan dan mengajak kepada hidayah dalam hadist ini bersifat umum dan luas, bisa dengan lisan, perbuatan, isyarat atau dengan tulisan. Selama semua metode tersebut dapat menunjukkan kepada kebaikan dan hidayah dengan diiringi niat yang ikhlas, maka ia berhak untuk mendapatkan keutamaan yang dikandung dalam hadist di atas.
- Faedah berharga bahwa setiap orang yang mengajak pada kesesatan berarti dia adalah da’i yang mengajak kepada kesesatan atau orang yang memfasilitasi terhadap perkara-perkara yang di sana menjerumuskan ke dalam kemungkaran atau kesesatan maka dia termasuk orang yang dikatakan sebagai penyeru kepada kesesatan.
- Tetapnya sebuah amal jariyah kebaikan bagi para pelaku kebajikan sebagaimana pahala keburukan bagi mereka yang mengajak, mendorong, dan menjadi pelopor keburukan.
- Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun itu, sebab semua itu akan mendapatkan balasan yang setimpal (bahkan bisa dilipatkangandakan) dari Allah azza wa jalla, sebaliknya juga berlaku untuk dosa kecil, jangan menganggapnya biasa, karena bukit yang tinggi itu berasal dari kerikil dan bebatuan kecil.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Referensi Utama: Bahjatu Qulūbil abrār wa Quratu ‘uyūnil Akhyār fī Syarhi Jawāmi’ Al Akhyār oleh Syaikh Abdurrahmān bin Nāshir As Sa’dī & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.
[div class=fawaid-hadis]
Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.
“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).
[/div]