Faedah Hadist

Fawaid Hadist #144 | Keutamaan Menunjukkan Kebaikan

Fawaid Hadist #144 | Keutamaan Menunjukkan Kebaikan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #144 | Keutamaan Menunjukkan Kebaikan. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

وَعَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍ عُقبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari sahabat Ibnu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang melakukannya.”

(HR. Muslim, no. 1893).

[/div]

FAEDAH HADIST

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Hadist ini memiliki latar belakang yang diceritakan oleh perawi hadist langsung, yaitu Abu Mas’ūd sendiri, beliau mengatakan,
    جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إني أبدع بي فاحملني، فقال: ما عندي، فقال رجل: يا رسول الله أنا أدله على من يحمله
    “Seseorang datang kepada Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, ’Sesungguhnya hewan tungganganku mati, maka berilah aku tumpangan’, lalu Rasulullah bersabda, ‘Saya tidak punya’, kemudian seseorang mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, saya akan menunjukkannya kepada yang dapat memberi tumpangan’, maka Rasulullah ṣhallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan hadist di atas.
  2. Penjelasan berharga tentang keutamaan orang yang memiliki peran dalam menunjukkan kebaikan dan memberi bantuan bagi orang untuk melaksanakan kebaikan.
  3. Apabila menunjukkan kebaikan dan membantu orang dalam masalah duniawi mendapatkan pahala dan keutamaan di sisi Allah ‘azza wa jalla, maka membantu orang untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala tentu lebih tinggi keutamaan dan kebaikannya, seperti menyiapkan bekal dan tunggangan bagi orang yang berjihad, membiayai para penuntut ilmu dan para dai dan lain sebagainya.
  4. Metode dalam menunjukkan kebaikan dalam hadist ini bersifat umum dan luas, bisa dengan lisan, perbuatan, isyarat atau dengan tulisan. Selama semua metode tersebut dapat menunjukkan kepada kebaikan dengan diiringi niat yang ikhlas, maka ia berhak untuk mendapatkan keutamaan yang dikandung dalam hadist di atas.
  5. Hendaklah setiap orang berlomba-lomba dalam amalan kebajikan, dan jangan meremehkan amalan-amalan yang kecil, sebab semua itu akan mendapatkan balasan yang setimpal (bahkan bisa dilipatkangandakan) dari Allah Azza wa Jalla.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarḥ al-Nawawi ‘alā Muslim, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button