Adab & Akhlak

Orang Yang Pendiam Dan Tidak Pandai Bergaul, Tercela Dalam Islam?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Orang Yang Pendiam Dan Tidak Pandai Bergaul, Tercela Dalam Islam?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Orang Yang Pendiam Dan Tidak Pandai Bergaul, Tercela Dalam Islam? selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalāmu’alaikum ustadz. Semoga Allāh selalu merahmati ustadz dan seluruh umat muslim. ‘afwan ustadz, apakah tercela seseorang yang pendiam dan tidak pandai bergaul dilihat dari sudut pandang islam? Dan apakah ada contoh di masa para salafus shalih atau masa lainnya? Jazākallāhu khairan.

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Aamiin, terimakasih atas doanya, juga semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada kita semua.

Tabiat dan karakter manusia berbeda dan sulit dihilangkan dari dirinya. Apa yang dimiliki tidak perlu disesali atau disirnakan dalam kehidupan. Selama tidak menimbulkan kemaksatan dan permusuhan, maka tidak perlu dirisaukan.

Mencoba mengevaluasi diri dengan meminta masukan dari orang sekitar dengan perilaku diri yang mungkin memunculkan potensi benci buat mereka. Dari masukan tersebut, maka dicoba untuk memperbaiki apa yang didapat dari kekurangan diri yang berpotensi menyakiti mereka.

Dan selalu memperbaiki komunikasi dengan berlatih meningkatkan cara bersosialisasi.

Sifat pendiam bukan berarti tidak bisa berbicara, minimal kata yang terucap bukan berarti tidak bisa menyenangkan orang orang yang kita gauli. Dengan usaha ini semua, insyaallah Allah berikan kecintaan di antara kita. Terutama diantara keluarga dan orang orang sekitar kita.

Pelajari akhlak islami dan cara bergaul di dalam agama ini, insyaallah akan banyak menghasilkan pahala dan kecintaan dari orang orang sekitar. Banyak perilaku dari nabi kita yang perlu digali, dari diutus nya beliau kepada manusia untuk mengajarkan akhlak yang sangat terpuji untuk kita ikuti. Sebagaimana sabda beliau shallallahu alaihi wasallam,”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273)

Lihat kembali perjalanan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya. Bagaimana Sifat beliau yang penyayang, ramah dan perhatian. Kemudian sahabat nabi yang berbeda beda, dari seorang Abu Bakar yang pendiam dan tenang, seorang Umar yang tegas dan keras,

Seorang Utsaman bin Affan yang pemalu, seorang Ali yang pemberani, dan sebaganya dari tabiat manusia yang berbeda beda, namun tetap tunduk di bawah syariat islam yang bisa menyatukan mereka dalam bingkai ukhuwah islamiyah yang saling mengerti dan menasihati.

Terus bersemangat dengan menjadikan perubahan sikap kepada yang lebih baik untuk menghasilkan pahala dari Allah dan kasih sayang dari makhluk sekitar. Semoga Allah mudahkan semuanya.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Senin, 13 Sya’ban 1444H / 6 Maret 2023 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button