Fiqih

Benarkah Keluar Masuk Rumah Pakai Kaki Kanan?

Benarkah Keluar Masuk Rumah Pakai Kaki Kanan?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Benarkah Keluar Masuk Rumah Pakai Kaki Kanan? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Ustadz, mohon izin bertanya.

Apakah keluar masuk rumah itu harus pakai kaki kanan semua? Atau seperti aturan keluar masuk masjid? Karena saya pernah mendengar kalau keluar masuk rumah harus mendahulukan kaki kanan. Mohon pencerahannya.

Jiddah Sulaiman, Bekasi.


Jawaban:

Bismillah. Ikhwatal Iman Ahabbakumulloh, saudara saudariku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla. Masih banyak di antara kita menganggap aturan mendahulukan sisi bagian kanan (tangan atau kaki) ada pada setiap keadaan, padahal tidak demikian menurut aturan syariat. Aturan memakai sandal dan mendahulukan yang kanan itu ada aturannya, ada syarat dan ketentuannya, bukan sekehendaknya.

Landasan dalilnya adalah Hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik)” [HR Bukhari 168 dan Muslim 268]

Para ‘ulama menyimpulkan sebuah kaidah dari hadits di atas,

تقديم اليمنى على اليسرى في خير

“Mendahulukan yang kanan dari yang kiri pada perkara yang baik”

Atau dalam lafal yang masyhur

تقديم اليمين في كل ما كان من باب الكرامة ، وتقديم الشمال في كل ما كان من باب المهانة

“Mendahulukan yang kanan dalam setiap perkara yang mulia, dan mendahulukan yang kiri dalam setiap perkara yang hina”

Sehingga kalau dibuat kesimpulan;

  • Mendahulukan yang kanan dalam perkara-perkara yang baik.
  • Mendahulukan yang kiri dalam perkara-perkara yang buruk.

Dalil mendahulukan yang kanan dalam perkara baik adalah Hadits Aisyah radhiallahu ‘anha di atas. Sementara dalil mendahulukan yang kiri dalam perkara buruk adalah Hadits ‘Ali bin Abi Tholib rodhiAllahu ‘anhu,

قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ وَلْتَكُنْ اَلْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian menggunakan sandal maka mulailah dengan sandal bagian kanan. Jika dia melepaskan sandalnya maka hendaknya dia mulai dengan sandal yang kiri terlebih dahulu. Maka jadikanlah sandal yang kanan yang pertama kali dikenakan dan jadikanlah sandal yang kanan pula yang terakhir dilepas” [HR Bukhori 5856 dan Muslim 2097]

Bagaimana penjelasannya? Mengapa melepas sandal dianggap perkara buruk karena yang kiri lebih didahulukan dibanding kanan?

Melepaskan sandal dari kaki termasuk perkara yang kurang baik, sebab melepaskan sandal berarti menghilangkan penjagaan terhadap kaki, baik itu dari kotoran, najis, atau perkara lain yang memadhorotkan seperti paku, kerikil, kaca, dll. Karenanya disunnahkan melepaskan sandal dengan mendahulukan kaki kiri.

Sebaliknya, memakai sandal termasuk perkara yang baik, yakni menjaga kaki dari kotoran, najis, dan hal-hal lain yang bisa mengganggu. Karena itu kita disunnahkan mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal dibanding kaki kiri.

Lalu bagaimana dengan keluar masuk rumah? Apakah sama seperti keluar masuk masjid? Sebagaimana riwayat dari Anas bin Malik rodhiAllahu ‘anhu,

من السنة إذا دخلت المسجد أن تبدأ برجلك اليمنى ، وإذا خرجت أن تبدأ برجلك اليسرى

“Termasuk ajaran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam jika engkau masuk masjid, maka engkau dahulukan kaki kanan dan jika engkau keluar masjid maka engkau dahulukan kaki kiri” [HR Hakim dalam Al-Mustadrok 1/338 : 791]

Sehingga untuk masuk rumah harus mendahulukan kaki kanan, dan keluar rumah mendahulukan kaki kiri? Atau malah sebaliknya?

Syeikh Sholih Al-Munajjid mengatakan;

دخول المنزل والخروج منه : لم يرد فيه دليل بخصوصه ، يدل على استحباب تقديم إحدى القدمين دخولا أو خروجا ، فضلا عن أن يكون شيء من ذلك واجبا

“Tentang keluar masuk rumah, tidak ada dalil khusus berkenaan dengan hal itu, entah yang menunjukkan dianjurkannya salah satu dari kedua kaki saat masuk atau keluar, apalagi yang menunjukkan diwajibkannya hal tersebut”

Ibnu ‘Allan juga mengatakan yang senada;

سكت عما لا تكرمة فيه ولا إهانة كدخول المنزل

“Didiamkan tentang perkara yang tidak ada kemuliaan dan kehinaan didalamnya, seperti masuk rumah” (Dalilu Al-Falihin Li Thuruqi Riyadhus Sholihin 6/7)

Maksud didiamkan adalah tidak perlu dicari-cari hukumnya, karena secara hukum asal tidak bernilai ibadah.

Walaupun juga ada yang berpendapat memakai kaki kanan untuk masuk dan keluar rumah, seperti yang dikatakan Al-Khurosyi;

وأمّا المنزلُ فيقدِمُ يمناهُ دخولًا وخروجًا ، إذ لا أَذى ، ولا عبادة

“Adapun rumah, didahulukan kanan saat masuk dan keluar, selama tidak membahayakan, dan tidak (diniatkan) ibadah” (Syarah Mukhtashor Kholil 1/145)

Bagaimana sikap yang tepat? Ada perkataan menarik dari Syeikh Sholih Al-Munajjid dalam hal ini

والظاهر إن الأمر في ذلك واسع ، إن شاء الله ، وأنه لا حرج في تقديم إحدى الرجلين أو تأخيرها ، عند دخول المنزل ، أو الخروج منه ؛ فعلة التكريم أو الإهانة غير ظاهرة في هذا الأمر ، ولم يرد فيه سنة بخصوصه ، ويوشك أن لو كان في الأمر استحباب لوردت به السنة ، كما وردت بغيره من الآداب والأذكار المتعلقة بدخول المنزل والخروج منه

“Yang nampak pada permasalahan ini adalah perkara yang luas Insya Allah, tidak ada masalah dalam mendahulukan salah satu kaki atau mengakhirkannya, saat masuk ataupun keluar rumah. Sebab tokok ukur kemuliaan dan kehinaan tidak jelas pada permasalahan ini, juga tidak terdapat dalil khusus yang membahasnya. Seandainya permasalahan ini adalah perkara yang mustahab (dianjurkan) pasti ada dalilnya, sebagaimana terdapat dalil tentang adab dan dzikir seputar keluar masuk rumah”

Semoga Allah beri Taufiq pada kita semua.

Wallahu A’lam.

Ref: هل يقدم رجله اليمنى أم يقدم اليسرى عند الخروج من المنزل ؟ الإسلام سؤال وجواب (islamqa.info)

 

Dijawab oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Kamis, 14 Rabiul Awwal 1443 H/ 21 Oktober 2021 M


Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini

 

 

Baca Juga :  Riwayat Mengecup 2 Jempol Diusapkan ke Mata

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project

Related Articles

Back to top button