Faedah Hadist

Fawaid Hadist #102 | Berwudhu Menghapuskan Dosa

Fawaid Hadist #102 | Berwudhu Menghapuskan Dosa

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #102 | Berwudhu Menghapuskan Dosa. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ، أَوِ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنِهِ مَعَ الْمَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًا مِنَ الذُّنُوبِ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang muslim atau mukmin berwudhu, kemudian membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya bersama dengan jatuhnya air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, jika dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari tangannya setiap dosa yang dilakukan oleh keduanya bersama dengan jatuhnya air atau tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dosa diperbuat oleh kedua kakinya kerana digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar bersama dengan jatuhnya air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, sehingga bersih dari dosa.” (HR. Muslim, no. 244).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Wudhu ini menyucikan empat anggota tubuh; wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki, disamping fisik, wudhu juga mensucikan ruhiyah. Secara fisik setiap hari ia membasuh mukanya, kedua tangannya, kepalanya dan kedua kakinya, tentunya kepala sangat penting untuk dibersihkan sebagaimana anggota tubuh yang lain, hanya saja Allah Ta’ala memberi keringanan, karena terdapat rambut yang jika dibasuh akan sangat memberatkan khususnya pada cuaca yang dingin, tetapi karena keluasan rahmat, Allah Ta’ala meringankan untuk mengusapnya saja. Hal ini menunjukkan kesempurnaan Islam, yang mewajibkan semua pemeluknya untuk menyucikan anggota tubuh ini.

2. Berwudhu itu menghapuskan dosa, hal ini sejalan dengan tujuan menyucikan ruhiyah, yang seharusnya setiap muslim menjadikannya sebagai tujuan ia berwudhu setiap hari, yaitu membersihkan diri dari segala dosa.

3. Setiap anggota badan itu bisa jatuh dalam dosa, oleh karenanya setiap insan harus mawaspadai diri agar tidak jatuh dalam maksiat, serta mencari sebab-sebab amalan yang dapat menghapuskan dosa dan bertaubat darinya.

4. Kemuliaan dan keutamaan berwudhu, dan amalan ini bisa dilakukan kapan saja sebagai bentuk ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button