ArtikelFiqihManhaj

Bukan Sekadar Diampuni, Inilah Ganjaran Taubat Menurut Al-Qur’an

Bukan Sekadar Diampuni, Inilah Ganjaran Taubat Menurut Al-Qur’an

Bismillah, was-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, amma ba‘du:

Allah ‘azza wa jalla akan menghisab semua perbuatan manusia, baik itu amal baik maupun amal buruk, besar ataupun kecil, tampak maupun tersembunyi.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَقِفُوْهُمْ إِنَّهُمْ مَسْ۔ؤُولُونَ 

“Tahanlah mereka (di tempat pemberhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya.”
(QS. Ash-Shaffat: 24)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ 

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”

Oleh sebab itu, wajib bagi manusia untuk bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla atas kesalahan yang telah diperbuat. Karena seorang yang bertaubat dari sebuah maksiat, seolah-olah ia tidak pernah mengerjakan maksiat tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ 

“Orang yang bertaubat dari dosa bagaikan orang yang tidak berdosa.”
(HR. Ibnu Majah no. 4240; Hadits ini Hasan)

Allah ‘azza wa jalla juga berjanji akan menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Allah berfirman:

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا۟ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Asy-Syura: 25)

Allah juga berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Inilah poin terpenting yang harus diharapkan oleh seorang hamba yang bertaubat dari maksiat: mendapatkan ampunan Allah.

Namun tidak hanya itu, Allah juga berjanji akan mengganti keburukan dengan kebaikan.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَـٰلِحًا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka akan diganti Allah dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan barang siapa bertaubat dan beramal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya.”
(QS. Al-Furqan: 70-71)

Beberapa penafsiran ulama mengenai makna “Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan“:

  • Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata: “Yakni Allah mengganti amal buruk mereka yang dahulu menjadi amal kebaikan; kesyirikan menjadi iman, maksiat menjadi ketaatan.”
  • Imam Asy-Syaukani rahimahullah menyebutkan: “Maksudnya, Allah menghapus maksiat lalu menggantinya dengan taat.”
  • An-Nuhas rahimahullah mengatakan: “Allah mencatat orang tersebut sebagai mukmin padahal sebelumnya kafir, dan sebagai orang taat padahal sebelumnya ahli maksiat.”

Ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa maksudnya adalah Allah mengampuni dosa-dosanya.

Kesimpulan:

Janji Allah sangat besar bagi orang yang sungguh-sungguh bertaubat. Bukan hanya diampuni, namun dosanya diganti menjadi pahala jika taubatnya benar, disertai dengan iman dan amal shalih.

Wallahu a‘lam.

Back to top button