Zakat Gaji & Pesangon Pensiunan

Zakat Gaji & Pesangon Pensiunan

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

1. Jika penghasilan berbentuk uang, (maka, pent) zakat dibayarkan (dari, pent) sisa pemakaian atau seluruh nilai gaji yang diterima, Ustadz?
2. Dan berkaitan dengan pesangon atau pensiun, apakah juga terkena zakatnya?

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة اللّه و بركاته

1. Bagaimana cara mengeluarkan zakat dari gaji?

Pertama, lihat!!
Kita katakan tadi persyaratannya adalah lihat:

1. Muslim. Ini, Anda seorang muslim.
2. Kemudian, merdeka.

Tidak ada syarat harus baliq dan berakal. Yang penting lihat kepada hartanya.
Kemudian (hitung, -pent) sudah sampai atau belum (hitungan, -pent) 1 nishab

Satu nishabnya sama dengan (khilah ulama dalam menentukan nishab) untuk (nisab, -pent) harta perniagaan atau yang senilai dengannya ataupun (berbentuk, -pent) uang kartal (Nishabnya, -pent) Apakah dengan

1. emas ataukah dengan
2. perak.

Sebagian ulama mengatakan “Ahwaju lil fuqara”, (dan ini mazhab hanabilah), yaitu mana yang lebih menguntungkan fakir miskin. Tapi pendapat yang terkuat wallahu ta’ala a’lam, yaitu adalah dengan emas karena emas lebih stabil sampai sekarang.

(jika, -pent) Dengan emas, (maka, pent) nishabnya sekitar 85 gram emas. Bila kita katakan 85 gram emas sama dengan 40 juta (rupiah, -pent) hari ini, maka gaji pertama Anda (statusnya, -pent) baru Anda terima. Ketika itu BELUM ada lagi zakat.

(statusnya, -pent)
1. Nishab-pun belum,
2. Haul-pun belum. Baru terima.

Haul itu kalau (sudah, pent) satu tahun. Baru terima dan belum sampai 1 nishab. Belum ada zakat. Terpakai dan tersimpan 5 juta. 5 juta per 1 bulan, jika 2 bulan maka 10 juta, jika 8 bulan sampai 40 juta. Ketika sampai (jumlah, pent) uang Anda (dari, -pent) sisa gaji ini (sebanyak, -pent) 40 juta, apakah Anda sudah wajib zakat? (jawabannya, pent) Belum.

Lihat lagi, apakah sama atau tidak nishabnya pada waktu itu?
Andai kita katakan sama -Alhamdulillah- Sama sebesar 85 gram emas dengan 40 juta (maka, -pent) pada waktu (sudah, -pent) sampai 1 nishab.

Umpamanya kita katakan “sama” itu (jatuh, -pent) pada tanggal sama seperti sekarang 1 ramadhan. Umpamanya 1434 Hijriyah,
Apakah sudah wajib zakat? (jawabannya, pent) Belum.

Tunggu dulu 1 tahun dari awal nishab ini.
Pada 1 Ramadhan 1435, lihat lagi sisa gaji Anda!!!

Sisa yang dilihat, BUKAN atau JANGAN dihitung jadwal gaji A, pengeluaran sekian, bla bla bla dan seterusnya.

Gampang menghitungnya zakat itu.
Lihat, berapa sisanya? 1 Ramadhan 1435 lihat berapa sisa uang tersebut? Andai masih di atas 40 juta tadi dan (tidak berkurang nominalnya, pent) Anda perkirakan di waktu itu (harga, pent) emas berapa, Apakah sampai (senilai dengan, pent) emas 85 gram atau tidak.
Bila masih sampai atau lebih maka baru dikeluarkan zakatnya.

(catatan, -pent)
Walaupun sebagian ini untuk kehati-hatian, walaupun sebagian dari uang ini (statusnya, -pent) belum sampai 1 haul, seperti gaji bulan kemarin belum satu tahun, kan?
Tapi untuk memudahkan, keluarkan semuanya 2.5% dari keseluruhan dari sisa gaji tersebut.
2. (Terkait zakat, pent) Pesangon (adalah, pent) sama (dengan zakat gaji, pent).

Memang ada khilaf para ulama, Apakah uang pesangon tersebut dianggap dia semenjak dikumpulkan / ditarik dari gaji kita baik pesangon pegawai negeri ataupun pegawai swasta, apakah ditarik dari gaji kita per bulan itu sampai nishab kemudian kita keluarkan zakatnya?
Khilaf para ulama ini, para ,ulama mu’asyirin ini kembali pada khilafnya : Apakah ini hutang di tangan perusahaan ataukah tidak? Wallahu ta’ala a’lam.

Pendapat yang kuat (menurut saya dan banyak juga dipilih pendapat oleh para mu’asirin, diantaranya Dr. Abdullah bin Manshur al-Ghufaili dalam disertasinya yang berjudul Nawazil Fii Zakat / Masalah-masalah kontemporer dalam zakat, dimana Beliau mengatakan bahwa ini adalah bahagian dari hutang), maka tidak wajib dikeluarkan zakat sebelum diterima.

Ketika telah diterima dan pada waktu itu telah sampai nishabnya, maka keluarkan sekali saja zakatnya untuk total yang telah berlalu.
Ketika diterima dan sampai nishab (sampai datang 85 gram emas) keluarkan 2.5% pada tahun itu.
Kemudian tahun berikutnya (pesangon tadi, -pent) digabung dan ikut kepada harta yang lain. Kalau ia berkurang kepada uang yang lain digabungkan dan kalau berkurang maka berkuranglah nishabnya.

Wabillahitaufiq…

Dijawab oleh:
Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, MA حفظه الله

Ditranskip oleh :
Team Transkip BiAS & ETA

CATEGORIES
Share This

COMMENTS