Keluarga

Suami Selingkuh Dan Berzina, Begini Sikap Istri!

Suami Selingkuh Dan Berzina, Begini Sikap Istri!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang suami selingkuh dan berzina, begini sikap istri! Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, semoga Allah menjaga ustadz dan seluruh Tim BiAS, afwan ana izin bertanya.

Bagaimana pandangan ustadz tentang poligami yang diawali dengan perselingkuhan dan perzinaan dalam waktu yang cukup lama?

Istri berharap setelah menikah lagi suaminya akan berubah, namun namanya hidup memang selalu ada ujiannya, setelah menikah suami bersikap tidak adil kepada istri pertamanya.

Dengan memilih tinggal bersama istri barunya setelah menikah, padahal istri pertama juga anak-anaknya yang masih balita butuh akan kehadiran suaminya, beliau mengunjungi istri dan anak-anaknya hanya 2 minggu sekali, perselingkuhan yang terjadi dari awal pernikahan (berbeda-beda perempuan), kekerasan dalam rumah tangga, poligami yang diawali perzinaan secara terang-terangan (dulu perempuan yang dinikahi itu sering melakukan gangguan kepada istri dengan menceritakan perzinaan di antara dia dengan suaminya, juga tak malu mengumbar foto mesra mereka kepada si istri juga di sosmed).

Semua hal itu menumbuhkan kebencian di hati istri pertama kepada istri kedua juga suaminya, apa yang harus dilakukan istri pertama, ingin berpisah tetapi masih berat karena mempertimbangkan anak-anaknya yang masih kecil, bolehkah tetap melanjutkan pernikahan meski timbul kebencian? Syukran wa jazaakumullah khayran.

Baca Juga:  Melakukan Onani Karena Terhalang Bertemu Istri Ketika Pandemi?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Allahul musta’an, perbuatan yang dilakukan suami tersebut sudah melampaui batas, menyerobot norma agama, melalaikan hak manusia, menzalimi dan menyakiti banyak orang.

Berzina, berselingkuh bagi orang yang sudah menikah hukumannya dalam Islam sangat berat, perbuatan dosa besar yang konsekuensinya sampai dirajam, apalagi pelakunya terang-terangan, tidak malu ketika orang lain tahu.

Hukuman orang yang telah menikah berzina disebutkan dalam hadist adalah dengan dirajam (dilempari batu) sampai meninggal.

Pendapat ini merupakan konsensus ulama, di antara dalilnya adalah hadist Ibnu Abbas dalam Shahih Al-Bukhari perihal kisah seorang sahabat yang berzina bernama Maiz yang dirajam, juga hadist lain riwayat Imam Muslim tentang kisah perempuan Ghamidiah yang dirajam karena berzina.

Orang yang terang-terangan dalam berbuat maksiat, Nabi sallallahu alaihi wa sallam ancam dalam hadistnya:

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari).

Kemudian perbuatan suami yang jauh dari keadilan tatkala berpoligami, ini dalam Islam juga ada ancaman yang akan dituai kelak di Yaumil Qiyamah, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.” (HR. Abu Daud no. 2133).

Jadi dari sisi agama, moral dan akhlak, suami tersebut sudah banyak mencederai tatanan kehidupan, kalau menurut hemat kami, jika dirasa ke depan kemungkinan kecil ada perubahan ke arah positif, justru konsisten dengan perbuatan buruknya seperti sekarang, maka menurut hemat kami lebih baik Anda mengajukan gugatan cerai.

Walaupun pahit di awal, in sya Allah jika Anda punya hati dan niatan yang baik, Allah akan gantikan kepada Anda pasangan yang lebih baik, daripada batin Anda tersiksa sepanjang hidup, melihat kemaksiatan sering di depan mata, dan juga barang tentu Anda tidak mendapatkan pendidikan dan arahan baik dari suami Anda, dan boro-boro bisa mendidik istri jika suami sendiri perangainya demikian.

Kalau memang perpisahan adalah dirasa membawa maslahat yang lebih besar, untuk Anda, anak Anda, agama Anda, maka kami sarankan untuk berpisah, namun jika memang menurut pertimbangan Anda bahwa suami ke depan ada indikasi untuk berubah dan dekat pada aturan agama, maka hak Anda untuk bertahan, jika sebaliknya, maka berpisah itu lebih selamat. Semoga Allah beri taufik pada semuanya.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Rabu, 6 Dzulhijjah 1443 H/8 Juli 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Apakah Istri Berdosa Jika Minta Pindah Rumah?

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button