Asal Usul Pelangi

Asal Usul Pelangi

Mitos Asal Usul Pelangi

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Asal usul pelangi menurut mitos masyarakat /legenda, ada putri yang turun dari langit dan (maaf) mandi di sungai. Bagaimana menurut pandangan Islam tentang asal usul pelangi? Mohon penjelasannya Ustadz.

Syukron jazakallahu khairan atas penjelasannya Ustadz

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T06 G-36


Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

 

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan,

Tidak benar mitos seperti ini, pelangi adalah bagian dari fenomena alam biasa yang merupakan bagian dari ciptaan Allah ta’ala Yang Maha Agung. Tidak ada dalil khusus yang menjelaskan hakikat pelangi. Disebutkan dalam sebuah fatwa :

هذا القوس المعروف الذي يظهر عند سقوط المطر والشمس مشرقة ، فتظهر فيه ألوان الطيف نتيجة لانكسار وتحلل ضوء الشمس خلال قطرات المطر ، كره بعض العلماء أن يسمى “قوس قُزَح” .

وروي عن النبي صلى الله عليه وسلم : (لا تقولوا قوس قزح ، فإن قزح شيطان ، ولكن قولوا : قوس الله عز وجل ، فهو أمان لأهل الأرض) ولكنه حديث موضوع على رسول الله صلى الله عليه وسلم ، لا يجوز أن ينسب إليه أو يحتج به .

انظر : “الموضوعات” لابن الجوزي (1/143-144) – “سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة” (872) – “الفوائد المجموعة” (ص 462).

“Ia adalah busur yang terkenal yang muncul saat turun hujan dan pada waktu bersamaan matahari memancarkan sinarnya, maka muncullah warna-warni indah sebagai efek dari terpecah dan menyatunya sinar matahari menyusup ke sela-sela tetesan air hujan. Sebagian ulama membenci untuk memberi nama pelangi dengan istilah Qous Quzah.

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : ‘Jangan kalian mengatakan Qous Quzah karena Quzah adalah nama setan. Akan tetapi katakanlah Qousullah Azza Wa Jalla. Ia membawa keamanan bagi penduduk bumi.’

Hanya saja hadits ini hadits yang palsu, tidak boleh menisbatkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak boleh berdalil dengannya.

Lihat (kepalsuan hadits ini) di kitab Al-Maudhuat oleh Ibnul Jauzi : 1/143-144, Silsilah Ahadits Adh Dhaifah : 872, Al-Fawaid Al-Majmu’ah hal. 462.”

Sumber Fatawa Islam Soal Jawab no. 146073.

Wallahu A’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayaty حفظه الله

Selasa, 08 Jumadal Akhir 1438 H / 07 Maret 2017 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS