Fiqih

Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu, Batal?

Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu, Batal?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu, Batal? selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Apabila suami atau istri telah berwudhu apakah boleh bersentuhan kulit? Jazakumullah khayr

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Para ulama yang mulia dan kita hormati berbeda pendapat dalam masalah: Apakah persentuhan antara laki-laki dan wanita membatalkan wudhu atau tidak?

Pendapat yang dirajihkan oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz adalah menyentuh wanita (istri atau bukan) itu tidak membatalkan wudhu, berikut redaksi fatwa beliau rahimahullah;

لمس النساء في نقضه للوضوء خلاف بين العلماء: فمنهم من قال: إنه ينقض مطلقًا، كالشافعي رحمه الله. ومنهم من قال: أنه لا ينقض مطلقًا، كأبي حنيفة رحمه الله. ومنهم من قال: ينقض مع الشهوة، يعني: إذا لمسها بتلذذ وشهوة ينقض الوضوء، وإلى ذلك ذهب الإمام أحمد رحمه الله. والصواب في هذه المسألة –وهو الذي يقوم عليه الدليل– هو: أن مس المرأة لا ينقض الوضوء مطلقًا، سواء كان عن شهوة أم لا، إذا لم يخرج منه شيء؛ لأنه ﷺ قبل بعض نسائه ثم صلى ولم يتوضأ

“Menyentuh wanita apakah membatalkan wudhu itu diperselisihkan oleh para ulama. Di antara mereka ada yang menyatakan bahwa menyentuh wanita itu membatalkan wudhu secara mutlak seperti Asy Syafii rahimahullah.

Di antara mereka ada yang menyatakan tidak membatalkan wudhu secara mutlak seperti Abu Hanifah rahimahullah.

Dan di antara mereka ada yang menyatakan membatalkan wudhu jika disertai syahwat. Maknanya jika seseorang menyentuh wanita disertai kelezatan dan syahwat maka membatalkan wudhu. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad rahimahullah.

Pendapat yang benar dalam masalah ini adalah pendapat yang tegak di atas dalil yaitu menyentuh wanita itu tidak membatalkan wudhu sama sekali baik disertai syahwat ataupun tidak selama tidak ada yang keluar darinya sesuatu pun.

Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istri beliau kemudian shalat dan beliau tidak berwudhu lagi.” (Majmu Fatawa Syeikh Bin Baz : 10/135).

Wallahu Ta’ala A’lam

Baca juga artikel selengkapnya: https://bimbinganislam.com/bersentuhan-dengan-istri-atau-suami-wudhu-batal/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله
Rabu, 14 Ramadhan 1444H / 5 April 2023 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button