Siapakah Yang Menentukan Mahar Untuk Calon Pengantin Wanita?

Siapakah Yang Menentukan Mahar Untuk Calon Pengantin Wanita?

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz mau bertanya,

AlhamduliLLah bulan depan saya menikah. Yang akan saya tanyakan mengenai mahar

1. Apakah benar sebaik-baiknya mahar itu yang paling murah/kecil nilainya?

2. Siapa yang menentukan jenis maharnya? Apakah calon istri boleh menentukan atau calon suami yang menentukan?

3. Jika mahar ditentukan oleh bapaknya si wanita, apakah mahar tersebut sah?

Mohon pencerahannya ustadz

(Sahabat BiAS T05 G-XX)

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

1. Dari sisi wanita dianjurkan agar maharnya murah dan mudah sehingga tidak menyulitkan pemuda yang hendak melamarnya. Dan sebaik-baik wanita adalah yang paling murah maharnya

Namun dari sisi lelaki dianjurkan agar maharnya yang bagus jika ia memiliki kemampuan. Yang indah adalah misalnya, si wanita minta mahar cincin besi saja yang murah dan disanggupi oleh si ikhwan.  Kemudian ketika hari pernikahan ternyata ikhwan menyerahkan cincin emas satu kilogram.

Masing-masing menjalankan perannya sesuai sunnah, tidak ada saling tuntut-menuntut. Yang akhwat menuntut mahar yang mahal, yang ikhwan menuntut mahar yang murah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِنْ يَمْنِ الْمَرْأَةِ تَيْسِيْرُ صَدَاقُهَا وَتَيْسِيْرُ رَحِمُهَا.

“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad : 23957, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 2/251).

2. Yang menentukan mahar adalah si akhwat (calon pengantin wanita) karena mahar adalah haknya dia, milik dia seutuhnya. Allah ta’ala berfirman :

 وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa’ : 4).

Jadi mahar adalah hak penuh pengantin wanita, ia yang menetapkannya dan ia pula yang memilikinya secara penuh kecuali jika ia merelakannya untuk orang lain, untuk orang tua misalnya.

3. Sah, jika calon mempelai wanita ridha dengan ketetapan bapaknya

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Jum’at, 03 Rabi’ul Awwal 1438 H / 02 Desember 2016 M

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS