KeluargaKonsultasi

Siapa yang Wajib Memberi Nafkah Anak Hasil Zina?

Siapa yang Wajib Memberi Nafkah Anak Hasil Zina?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, siapakah yang wajib menafkahi anak hasil zina jika ibunya telah meninggal?
Dulu setelah melahirkan anak tersebut ayah ibunya kemudian menikah.
Sedangkan sekarang ibu dan ayahnya sudah bercerai (dan ibunya telah meninggal).
Dan apakah tetap ada kewajiban ayah si anak untuk menafkahi?

Jazakallaahu khairan atas jawabannya.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T08)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Ibunya yang berkewajiban menafkahi anak zina dan anak itu dinisbatkan kepada ibunya.

Baca Juga :  Jika Masjid Bertingkat, Dimanakah Sebaiknya Letak Jamaah Akhwat Berada?

Adapun ayahnya tidak memiliki kewajiban untuk menafkahinya sama sekali karena anak itu bukan anak dia secara syariat.

Jika ibunya tak mampu menafkahi atau ibunya wafat maka anak ini diserahkan kepada kerabat yang mau menafkahinya atau siapa saja orang yang mau menafkahinya.

Jika tidak ada maka diserahkan ke panti anak yang biasanya menjadi tanggungan negara. Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan :

نعم لها أن تعق، يستحب لها أن تعق عن ولدها، وعليها أن تنفق عليه، إذا قدرت، فإذا ما قدرت يسلم للحاضنات في الدولة،

“Iya ibunya (anak zina) boleh mengaqiqahi anak tadi. Dan disunnahkan baginya untuk mengaqiqahi anaknya, dan ia berkewajiban untuk menafkahinya jika memiliki kemampuan. Jika ia tidak mampu menafkahinya maka diserahkan ke panti anak milik negara.”
(Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz ; 28/ 124).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin, 18 Dzulhijjah 1440 H / 19 Agustus 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Apa Itu Hadits Taqririyah dan Contohnya

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button