Keluarga

Setelah Bercerai, Anak Tinggal Dengan Siapa?

Setelah Bercerai, Anak Tinggal Dengan Siapa?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Setelah Bercerai, Anak Tinggal Dengan Siapa? selamat membaca.

Pertanyaan:

assalamu’alaikum ustadz, saya mau bertanya
Jadi gini ustadz orang tua saya bercerai ketika saya kelas 3 SD dan saya tinggal bersama ayah saya. Tapi saya merasa bahwa ayah saya ini berubah ketika sudah menikah jadi dlu dia pernah bilang/berbicara kepada ibu sambung saya dan tidak sengaja saya mendengarnya beliau berkata lebih baik saya ngurusin anak tiri saya dari pada saya ngurusin anak kandung saya

Jadi bagaimana ustadz. Apakah saya harus pergi kepada ibu saya dan meninggalkan ayah saya yang dari umur 10 tahun sampai 16 tahun bersama saya, memang perceraian kedua orang tua saya itu kesalahannya dari ibu saya. Tolong dijawab ustadz

Ditanyakan Sahabat BIAS melalui Grup WhatsApp


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.

Islam adalah agama yang seimbang dan proporsional. Ajaran islam mengatur setiap keadaan dan setiap lini masyarakat, tidak terlepas hubungan keluarga, antara pasangan suami istri, begitu pula hubungan orang tua dan anak.

Anak bagi orang tua, terlebih ayah adalah sebuah amanah yang harus dijaga, karena hal tersebut akan mintai pertanggungjawabannya di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:

كلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ، فالإمامُ راعٍ وهُوَ مَسْئُولٌ، والرَّجُلُ راعٍ عَلى أهْلِهِ وهُوَ مَسْئُولٌ، والمَرْأةُ راعِيَةٌ عَلى بَيْتِ زَوْجِها وهِيَ مَسْئُولَةٌ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin urusan rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR. Bukhari : 5188).

Jadi, orang tua memiliki kewajiban atas anaknya. Anak juga demikian, ada kewajiban yang harus dilaksanakan terhadap orang tuanya, yaitu berbakti, bagaimanapun orang tuanya, kewajiban berbakti tetap akan ada. Allah berfirman:

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ…..

“Dan jika kedua orang tua memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik….” (QS. Lukman : 15).

Pada ayat tersebut, Allah tetap memerintahkan seorang anak untuk tetap berbuat baik kepada orang tua walaupun mereka melakukan kesyirikan yang notabenenya adalah dosa yang tak terampuni. Allah berfirman:

﴿إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ﴾

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’’: 48).

Adapun masalah tinggal dengan siapa, apakah tetap bersama ayah atau ibu?. Maka pertimbangkan kemaslahatan yang ada, terutama kemashlahatan agama. Dimanakah maslahat yang lebih besar maka tinggallah disana, namun tetap harus diusahakan agar bisa berbakti dengan keduanya.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 20 Syawwal 1444 H/ 11 Mei 2023 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam
Back to top button