Faedah Hadist

Fawaid Hadist #159 | Bahaya Bila Kemaksiatan Merajalela

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Fawaid Hadist #159 | Bahaya Bila Kemaksiatan Merajalela

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #159 | Bahaya Bila Kemaksiatan Merajalela. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ الْحَكَمِ زَيْنبَ بِنْتِ جَحْشٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا فَزْعًا يَقُوْلُ : « لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتربَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِن رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَمأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ » وَحَلَّقَ بأُصْبُعِهِ اْلإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيْهَا. فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ: « نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهَ.

Dari Ummul Mukminin Ummul Hakam Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba mendatanginya sembari bersabda:

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, celakalah orang Arab dari keburukan yang semakin dekat, dibuka pada hari ini bendungan Ya’juj dan Ma’juj seperti ini.”

Baginda merenggangkan antara jari telunjuk dan ibu jarinya serta jari sesudahnya.

Maka aku berkata, “Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa sementara di antara kita masih ada yang saleh?”

Beliau menjawab, “Ya, jika kerusakan (maksiat, kezhaliman) telah meluas.” (HR. Al-Bukhari, no. 7135 Muslim, no. 2880).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Mentauhidkan Allah Ta’ala dalam ibadah, kecintaan, pengagungan, pengembalian, ketawakalan, memohon pertolongan, rasa takut dan lain sebagainya, semuanya ini adalah bagian asas dari agama ini. Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah,” dalam kondisi yang mengejutkan, raut wajah yang berubah, baginda menetapkan tauhid dan penekanan untuk hati, kemudian baginda memperingatkan bangsa Arab, dengan sabdanya, “Celakalah orang Arab dengan keburukan yang semakin dekat.” Bangsa Arab diperingatkan kerana bangsa Arab lah yang membawa bendera Islam dan Allah Ta’ala mengutus Rasul Muhammad dalam keadaan ummi dari bangsa Arab.
  2. Bangsa Arab adalah mereka yang membawa panji keislaman pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai sekarang ini, memberi peringatan dari kejahatan Ya’juj dan Ma’juj yang melakukan kerusakan di muka bumi. Baginda Rasul juga mengisyaratkan dengan ibu jari dan jari telunjuknya, yakni bagian yang sangat kecil, namun demikian, beliau tetap memberi peringatan kepada bangsa Arab.
  3. Secara asal orang yang saleh itu tidak akan binasa, tapi dia akan diselamatkan. Tetapi, jika kerusakan itu semakin besar, maka orang-orang yang saleh pun akan binasa, firman Allah Ta’ala (artinya),
    “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfâl: 25)
    Kejelekan yang dimaksud di sini adalah dua perkara:
    a. Perbuatan yang jelek.
    b. Orang-orang yang jelek (buruk).
  4. Apabila amalan yang jelek dan buruk ini (kekafiran dan kemaksiatan) banyak terjadi dalam masyarakat, walaupun mereka itu orang – orang muslim, maka sesungguhnya mereka telah memasrahkan jiwa mereka pada kebinasaan dan kehancuran.
  5. Pelajaran yang mendalam dari hadis agar para penguasa muslim jangan menarik orang Yahudi, Nasrani, penyembah berhala, dan selain mereka ke dalam jarizah Arab, kerana itu adalah jazirah Islam, darinya Islam dimulai dan kepadanya Islam akan kembali. Bagaimana bisa seorang muslim itu menjadikan orang-orang yang ingkar lagi tidak beriman ini berada di antara mereka, di antara anak-anak kaum muslimin, dan berada di masyarakat madani Islam? Mereka inilah yang akan menimbulkan bencana.

    Wallahu Ta’ala A’lam.

    Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


    [div class=fawaid-hadis]

    Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

    Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    *unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

    [/div]

    Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

    Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

    Related Articles

    Back to top button