Berulang Kali Syahadat Karena Kekufuran
Berulang Kali Syahadat Karena Kekufuran
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Berulang Kali Syahadat Karena Kekufuran, selamat membaca.
Pertanyaan:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamualaikum ustadz, izin bertanya. Bagaimanakah keadaan seseorang yang sudah berulang kali melakukan syahadat ulang karena terjatuh ke dalam dosa/melakukan perkara yang mengeluarkan seseorang dari keislaman, baik dari hati, lisan, dan perbuatan?
Adapula orang ini kadang melakukan sesuatu (dari hati, lisan, dan perbuatan), kemudian beberapa saat setelah nya, dia teringat bahwa yang dilakukannya tersebut adalah kekufuran Bagaimana solusinya ustadz? Ini sudah sering terjadi berulang-ulang Terimakasih
Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ
Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.
Tentunya, perkara pelanggaran yang menjadikan seseorang dapat keluar dari agama islam adalah perkara yang berat, sehingga seseorang harus berhati hati dan tidak mudah untuk keluar masuk atau mudah untuk melakukan perkara besar itu.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا
“Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatangi air itu, dia tidak mendapati sesuatu pun” [QS. an-Nûr/24:39]
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” [QS. al-Baqarah/2:217]
Diragukan, bila ia sering mengulang dan terjebak di dalam kemaksiatan dan kesalahan yang sama apakah benar niatnya dalam bertaubat. Sebagaimana hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Tidak selayaknya seorang mukmin dipatuk ular dari lubang yang sama sebanyak dua kali.” (HR. Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2998)
Namun, bila benar benar ia bertaubat dengan syarat yang telah kita ketahui bersama, kemudian ia terjebak kembali dan kemudian ia bertaubat dengan sebenar benarnya bertaubat, dimana ia melakukannya karena kebodohan yang ada di dalam dirinya maka semoga Allah menerima taubatnya, sebagaimana
أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS: at-taubah: 104)
Di dalam tafsir pada ayat diatas, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan,” Yakni, apakah mereka tidak mengetahui rahmat Allah yang luas dan karuniaNya yang menyeluruh, dan bahwa Dia “menerima taubat dari hamba-hambaNya”, yang bertaubat dari dosa apa pun, bahkan Dia berbahagia karena taubat hambaNya jika dia bertaubat dengan kebahagiaan yang besar, “dan menerima zakat”, dari mereka , yakni menerima, dan mengambilnya dengan Tangan KananNya.
Maka Dia menumbuhkannya seperti seorang laki-laki menumbuhkan anak kudanya, sehingga satu biji kurma bisa menjadi seperti gunung yang besar. Lalu, bagaimana dengan yang lebih besar dan lebih banyak dari itu? “Dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” yakni banyak mengampuni orang-orang yang bertaubat. Siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Allah akan menerima taubatnya, meskipun kemaksiatan yang dilakukannya berulang-ulang.
Dan Allah tidak akan merasa bosan memberi ampun kepada hamba-hambaNya sehingga mereka sendiri yang merasa bosan dan menolak kecuali menjauh dan menghindar dari pintuNya sambil berkawan dengan musuh mereka. “Maha Penyayang”, yang rahmatNya meliputi segala sesuatu dan Dia menetapkannya untuk orang-orang yang bertakwa, membayar zakat, beriman kepada ayat-ayatNya, dan mengikuti RasulNya.”
Hendaknya selalu seseorang berhati hati dan berusaha untuk tidak mengulang perbuatan kemaksiatan seruapa, dan semoga Allah berikan hidayah kepada kita semua.
Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله