KonsultasiWanita

Selesai Haid Di Waktu Dhuha, Apakah Harus Qadha Shalat Subuh?

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Selesai Haid Di Waktu Dhuha, Apakah Harus Qadha Shalat Subuh?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Selesai Haid Di Waktu Dhuha, Apakah Harus Qadha Shalat Subuh?, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz. Ana mau tanya ketika selesai haid di waktu dhuha apakah harus qadha solat subuh? Terimakasih

جزاك اللهُ خيراً

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Ya, menurut sebagian ahli ilmu, bila anda suci di waktu dhuha, maka sebaiknya anda mengqahda shalat shubuh sebagai bentuk kehati-hatian. Tapi bila anda mengecek secara berkala dan detail, misalkan jam 7 pagi masih keluar darah haid berupa flek darah, maka anda tidak perlu shalat shubuh pada kesempatan tersebut. Karena anda yakin, bukan sekedar praduga.

Beda di kasus awal tadi yang kami sebutkan, penjabarannya misalkan anda hanya mengecek di awal waktu shubuh, kemudian mengecek waktu dhuha untuk kedua kalinya adalah sudah tidak ada flek darah yang keluar, maka hal ini masih ada prasangka, yaitu boleh jadi di akhir waktu shalat shubuh anda sebenarnya sudah suci, hanya tidak dicek, sehingga sebagai kehati-hatian anda qadha shalat shubuh tadi.

Baca Juga:  Menyikapi Sifat Anak Yang Hiper Aktif

Hukum Asal Shalat Di Awal Waktu Yang Didapati Saat Haid

Secara hukum asal shalat di awal waktu yang didapati saat haid tidak perlu diqadha

Ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata,

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

“Kami dulu mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR. Muslim, no. 335).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaum muslimin sepakat bahwa wanita haid dan nifas tidak wajib shalat dan tidak wajib puasa pada saat haid. Mereka sepakat bahwa qadha shalat tidaklah wajib. Mereka sepakat bahwa qadha puasa itu wajib.

Para ulama berkata bahwa perbedaan antara shalat dan puasa adalah shalat yang mesti diqadha itu banyak, maka berat untuk diqadha, beda dengan puasa yang wajib hanya setahun sekali. haid itu bisa terjadi sehari atau dua hari.” (lihat Syarh Shahih Muslim, 4/27)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله

Related Articles

Back to top button