KonsultasiMuamalah

Piring Kotor di Dapur Semalaman akan Jadi Makanan Setan, Benarkah?

Piring Kotor di Dapur akan Jadi Makanan Setan, Benarkah?

Para pembaca Bimbingan islam yang semoga selalu Allah rahmati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah benar jika piring kotor di dapur akan menjadi makanan setan?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala. Aamiin yaa Robbal alamiin.
Saya mendapat pernyataan dari teman, bahwa membiarkan piring kotor semalaman akan menjadi makanan setan.
karena itu bersihkan dapur sebelum tidur.
Apakah benar ada dalil larangan seperti di atas ?

Jazakumullahu khairan atas jawabannya.

(Disampaikan oleh Admin Sahabat BiAS T07 G-73)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Apabila di piring tersebut masih ada sisa makanan maka iya. Karena disebutkan di dalam sebuah riwayat :

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Aplikasi Flip, Apakah Riba?

 إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيُمِطْ عَنْهَا الْأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ الْقَصْعَةَ قَالَ : ” فَإِنَّكُمْ لا تَدْرُونَ فِي أَيِّ طَعَامِكُمْ الْبَرَكَةُ 

“Apabila suapan salah satu dari kalian jatuh hendaknya ia membersihkannya dari kotoran dan memakannya dan jangan ia tinggalkan untuk setan.
Dan kami diperintahkan untuk mengusap nampan dengan jari dan menjilatinya karena, beliau bersabda lagi : Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan yang mana keberkahan itu berada.”
(HR Muslim : 2034).

Maknanya perintah untuk memakan makanan yang ada di nampan atau piring sampai bersih karena kita tidak mengetahui di bagian mana keberkahan itu berada.

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Kamis, 19 Muharram 1441 H/ 19 September 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Bolehkah Kesepakatan Uang DP Menjadi Hangus Karena Transaksi batal?

USTADZ ABUL ASWAD AL BAYATI, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button