Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Membunuh Cicak bimbinganislam
Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Membunuh Cicak bimbinganislam

Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Membunuh Cicak?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang mitos ibu hamil tidak boleh membunuh cicak?
Silahkan membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz dan keluarga

Ustad afwan menanyakan, jika seorang ibu hamil benarkah tidak boleh membunuh binatang yang mengganggu / binatang yang memang dianjurkan untuk dibunuh seperti cicak?

Kemudian, bagaimana jika seorang ibu yang keguguran namun janinnya belum mencapai usia 4 bulan, apakah anak tersebur juga menjadi “tabungan” ibunya kelak?
Selama yang saya ketahui jika janin sudah usia 4 bulan / sudah mempunyai ruh maka akan menjadi “tabungan” ibunya kelak.
Afwan jika ada pengandaian kata yang salah.

Syukron wa jazakallahu khairan

(Disampaikan oleh Fulanah, Member BiAS T07-38)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Untuk kasus wanita hamil tidak boleh membunuh cecak atau hewan pengganggu lainnya, maka kami tidak mengetahui ada amalan ini, yang berlaku adalah sebaliknya, hukum secara umum (dianjurkan membunuh cecak).

Dan untuk ‘tabungan’ diakhirat bagi ibu yang keguguran janin calon bayi yang berumur dibawah usia 4 bulan (120 hari), wallahu A’lam, tidak tahu.

Tapi  yang sampai ilmu kepada kami, ibu yang keguguran tersebut jika bersabar dan ridha atas taqdir Allah Ta’ala tersebut atau musibah apa saja, maka baginya pahala yang besar dan keridhaan Allah Yang Maha pemurah atasnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.”
(Hadits shahih. HR. at-Tirmidzi, no. 2396 dan Ibnu Majah, no. 4031).

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 25 Jumadal Ula 1441 H/ 21 Januari 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini