Fidyah atau Qodho Puasa Untuk Ibu Hamil?

Fidyah atau Qodho Puasa Untuk Ibu Hamil?

Fidyah atau Qodho Puasa Untuk Ibu Hamil?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, bagi ibu hamil, apakah boleh menunda membayar fidyah setelah melahirkan? Dan apakah boleh bayar fidyah berupa uang dan tidak qodho puasa?

Jazākallāhu khayran.

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

ulama berselisih pendapat perihal kewajiban seorang wanita hamil dan menyusui ketika meninggalkan puasa ramadhan;

  1. hanya wajib mengganti
  2. hanya wajib membayar fidyah
  3. wajib baginya membayar fidyah, dan mengganti puasanya.

Syaikh bin baz rahimahullah menguatkan pendapat pertama, beliau berkata:

الحامل والمرضع حكمهما حكم المريض ، إذا شق عليهما الصوم شرع لهما الفطر ، وعليهما القضاء عند القدرة على ذلك ، كالمريض

“hukum wanita hamil dan menyusui sama seperti orang yang sakit, yaitu, apabila sulit bagi keduanya berpuasa, maka disyariatkan untuk berbuka, kemudian wajib diganti ketika sanggup, sama seperti orang sakit”
(Majmu’ fatawa syaikh bin baz: 15/225).

berdasarkan perkataan syaikh  bin baz diatas, wanita hamil dan menyusui wajib baginya mengganti puasa (qodho puasa) bukan membayar fidyah dan kewajibannya mengganti puasa adalah ketika dia telah sanggup untuk menggantinya.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 01 Dzulhijjah 1440 H / 02 Agustus 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS