Ibadah

Membaca Hamdalah Di Setiap Awal Do’a, Bid’ah?

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Membaca Hamdalah Di Setiap Awal Do’a, Bid’ah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai membaca hamdalah di setiap awal do’a, bid’ah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Ustadz, ada sebuah program bimbingan yang menganjurkan untuk melafalkan “alhamdulillah” di setiap doa kita. Contoh: Alhamdulillah bulan Oktober bisa menabung uang sejumlah 2 jt (berdoa dengan tersenyum)

Pertanyaan saya apakah bisa dikatakan bid’ah terkait hal tersebut? Mohon jawabannya ustadz, jazaakumullaahu khayra wa barakallahu fiik.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Semoga Allah berikan kepada kita semua ilmu yang bermanfaat dan kebahagiaan dalam menjalankannya.

Islam perintahkan kepada kita untuk banyak bersyukur dan memuji Allah,

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al Fatihah [1] : 2)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa alhamdulillah adalah pujian yang digunakan oleh Allah untuk memuji diri-Nya sendiri, termasuk dalam pengertiannya ialah Dia memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan puji dan sanjungan kepada-Nya. Seakan-akan Allah Ta’ala bermaksud, “Katakanlah oleh kalian, “Segala puji hanyalah bagi Allah!”

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)” (Q.S. Al-Hijr 98)

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Thaha : 130)

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. Ath-Thur : 48)

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr : 3)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

«أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ»

Zikir yang paling afdal (utama) ialah, “Tidak ada Tuhan selain Allah,” dan doa paling afdal ialah, “Segala puji bagi Allah.”

Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan garib.

Ibnu Majah meriwayatkan melalui Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

«مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً فقال: الحمد الله إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَى أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ»

“Tidak sekali-kali Allah memberikan suatu nikmat kepada seorang hamba, lalu si hamba mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah,’ melainkan apa yang diberikan oleh Allah (pahala) lebih afdhal daripada apa yang diterimanya.”

Al-Qurtubi di dalam kitab Tafsir-nya dan di dalam kitab Nawadirid Usul telah meriwayatkan melalui Anas dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

«لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا فِي يَدِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لله كان الْحَمْدُ لِلَّهِ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ»

Seandainya dunia berikut semua isinya berada di tangan seorang lelaki dari kalangan umatku, kemudian dia mengucapkan, “Segala puji bagi Allah,” niscaya kalimat alhamdulillah (yang telah dia ucapkan itu) jauh lebih afdhal daripada hal itu (dunia dan seisinya).

Al-Qurtubi dan lain-lainnya mengatakan bahwa makna yang dimaksud dari hadis ini ialah “ilham yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk mengucapkan kalimah ‘alhamdulillah’ benar-benar lebih banyak mengandung nikmat baginya daripada semua nikmat dunia”.

Dikatakan demikian karena pahala memuji Allah bersifat kekal, sedangkan nikmat dunia pasti lenyap dan tidak akan kekal.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:

الْمالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَياةِ الدُّنْيا وَالْباقِياتُ الصَّالِحاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَواباً وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)

Dari beberapa atsar di atas, kita pahami betapa pentingnya kata hamdalah dan rasa syukur kita kepada Allah, sehingga perintah tersebut dilakukan secara mutlak dan bisa kapan pun, terlebih lagi ketika merasakan mendapatkan kenikmatan dan rezeki yang kita inginkan.

Ada kemungkinan bahwa yang ingin ditekankan oleh orang tersebut adalah ingin menganjurkan dan menekankan diri kita untuk selalu bersyukur dan mengucapkan hamdalah. Selama ia tidak sampai mewajibkan perbuatan mengatakan ‘alhamdulillah’ dengan rasa syukur kita wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 2 Safar 1443 H/ 2 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Do'a Agar Anak Selamat Dari Gangguan Setan Dan Marabahaya
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button