FiqihIbadah

Makan/Minum Dengan Tangan Kanan Sunnah Nabi?

Makan/Minum Dengan Tangan Kanan Sunnah Nabi?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai makan/minum dengan tangan kanan, apakah sunnah nabi? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualikum ustadz, terkait pertanyaan pada soal (evaluasi Ma’had) kemarin “Ahmad pernah membaca sebuah hadits bahwa Nabi menyuruh makan dengan tangan kanan. Tidak mengamalkan ilmu ini hukumnya adalah maksiat.”

Kenapa dikatakan maksiat ustadz? Afwan kalau menurut ana untuk makan pakai tangan kanan ini sunnah. Mohon penjelasannya ustadz?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh.

Masyaallah dengan semangat antum untuk terus memahami agama Islam ini. Semoga Allah selalu menjaga semangat antum dan kita semua serta memberikan kepada kita semua pemahaman Islam yang baik dan benar.

Terkait dengan makan dengan tangan kanan memang itu adalah sunnah nabi, namun kata sunnah di sini bukan bermakna sunnah dalam ilmu fiqih, namun kata sunnah tersebut bermakna “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi, baik dari perkataan, perbuatan ataupun taqrir/ketetapan beliau.”

Baca Juga:  Fungsi Niat Di Setiap Perbuatan

Dari sini, maka dapat dipahami bahwa makan dengan tangan kanan adalah sunnah Nabi karena Nabi selalu makan dengan tangan kanan. Dan bukan ‘hukum sunnah’ sebagaimana yang dipahami dalam ilmu fiqih yang bermakna “perbuatan yang jika di lakukan mendapatkan pahala dan bila tinggalkan tidak ada dosa.”

Yang berikutnya, kenapa makan dengan tangan kiri diharamkan? Ternyata nabi pernah melarang umatnya untuk makan dengan tangan kiri dan menyamakan makan/minum dengan tangan kiri seperti makannya setan.

Dalam kaidah agama bila sesuatu disamakan dengan perbuatan setan maka perbuatan itu terlarang/haram.

Hadist yang dimaksudkan sebagaimana sabda beliau,”

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ. وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ. فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ

Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).

Sehingga dengan perintah untuk makan/minum dengan tangan kanan dan memberitahukan bahwa setan makan/minum dengan kirinya menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah terlarang/haram, kecuali ada keadaan darurat yang memaksa.

Tanpa ada hadist larangan di atas, bila kita mengaku cinta kepada Nabi maka cukuplah dengan mengikuti perbuatan yang di cintai nabi sebagai bukti kecintaan kita.

Sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri/menjadikan suka untuk mendahulukan yang kanan, baik di saat memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari 168).

Wallahua a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 3 Muharram 1443 H/ 1 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Cara Mensucikan Bekas Daging Babi

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button