KeluargaNikah

Bolehkah Menamakan Anak Perempuan Dengan Az-Zahra?

Bolehkah Menamakan Anak Perempuan Dengan Az-Zahra?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Bolehkah Menamakan Anak Perempuan Dengan Az-Zahra? Selamat membaca.


Pertanyaan:

‘Afwan ustadz izin bertanya, dari mana asal penamaan Fatimah Az-Zahra? Apakah memang gelar seperti Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar Al-Faruq atau seperti apa, karena saya mendengar pemberian gelar Az-Zahra pada nama Fatimah radiallahu’anha berasal dari orang orang syiah. Mohon penjelasannya ustadz karena nama putri kami Fatimah Az-Zahra. Jazaakumullaahu khayran.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah,

Menukilkan apa yang telah disebutkan di dalam Islamweb no 401143 terkait pertanyaan tentang nama Az-Zahra maka seseorang diperbolehkan untuk memberikan nama anaknya Az-Zahra, karena sudah menjadi nama yang ma`ruf dan tidak ada kerusakan/kejelekan nama tersebut.

Baca Juga:  Jika Istri Minta Cerai, Siapa Yang Menanggung Nafkah Anak?

Sebagaimana makna dari Az-Zahra adalah yang bercahaya, bersinar. Berkata Syekh Bakr bin Zaid menjelaskan hal tersebut”.

قال الشيخ بكر أبو زيدرحمه الله تعالى-:

عند ذكر هذا الاسم لا ينصرف إلا إلى فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم أُمِّ الحسن، سيدة نساء هذه الأُمة والزهراء: المرأة المشرقة الوجه، البيضاء المستنيرة، …… ولم أقف على تاريخ لهذا اللقب لدى أهل السنة. اهــ.

“Tatkala menyebutkan nama ini maka tidaklah lepas kecuali ditujukan kepada nama Fatimah binti Rasulillah sallahu alaihi wasalllam, Ummu Hasan, tuan mulia dari para wanita pada umat ini…dan kata Az-Zahra: wanita yang wajahnya bercahaya, putih bersinar…dan aku tidak tahu sejarah julukan ini dalam pada kalangan ahlussunnah wal jamaah) (Mu`jam almanahi allafdziyyah , hal 401)

Baca Juga:  Menikah Dengan Laki-Laki yang Pernah Berzina, Namun Ingin Memperbaiki Hidup

Disebutkan juga, beberapa banyak para ulama ahlussunnah yang menyebutkan julukan Azzahar dengan menisbatkannya kepada Sayyidah Fatimah, yang menunjukkan kebolehannya.

Seperti Ibnu Hibban albisti, Alkhatib albaghdadi, Ibnu Abdil bar, ibnul Atsary aljazari, Abu Zakaria Annawawi, Abul hajjaj Al Mizzi, Abu Abdillah Addzahabi, Ibnu Katsir addimsyiqi, Ibnu Hajar al Asqolani dan selainnya dari para ulama islam yang tidak mempermasalahkannya.

Terkecuali bila nantinya didapatkan pengaruh kuat dan negatif, bila berada di kalangan mereka orang orang Rafidah yang membenci nama tersebut, sehingga memunculkan celaan dan makian darinya, maka sebaiknya dihindari.

Wallahu a`lam.

Lihat fatwa web islam https://www.islamweb.net/ar/fatwa/401143

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Selasa, 4 Muharram 1443 H/ 2 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Mahram Ibu Tiri

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button