Kalau Adzan Jumat Dua Kali Perlukah Menjawab Adzan Dua Kali bimbingan islam
Kalau Adzan Jumat Dua Kali Perlukah Menjawab Adzan Dua Kali bimbingan islam

Kalau Adzan Jumat Dua Kali, Perlukah Menjawab Adzan Dua Kali?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang kalau adzan jumat dua kali, perlukah menjawab adzan dua kali?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah selalu menjaga Ustadz dan keluarga. Izin bertanya ustadz,
Jika kita shalat jumat di masjid yang menerapkan dua kali adzan, apakah kita tetap disunnahkan untuk menjawab adzan yang kedua?

(Disampaikan oleh Admin BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Alloh karuniakan kita untuk istiqomah diatas Sunnah.
Saudaraku saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, landasan dalil dari pembahasan ini adalah Hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu, bahwa  Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ

“Apabila kalian mendengar muadzin (mengumandangkan adzan) maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan”
(HR Muslim 384)

Hadits diatas menyerukan pada kita semua untuk menjawab adzan apabila mendengarnya. Lalu bagaimana jika kita mendengar adzan lebih dari sekali?
Misal tinggal dikampung yang banyak masjidnya, atau sholat jumat di masjid yang adzannya dua kali?

Imam An-Nawawi -salah satu ‘Ulama Syafiiyah- rohimahulloh menjelaskan tentang hukum menjawab adzan yang terdengar berulang-kali pada satu tempat,

فيه خلاف للسلف حكاه القاضي عياض في شرح صحيح مسلم، ولم أر فيه شيئاً لأصحابنا، والمسألة محتملة، والمختار أن يقال: المتابعة سنة متأكدة، يكره تركها، لصريح الأحاديث الصحيحة بالأمر بها، وهذا يختص بالأول، لأن الأمر لا يقتضي التكرار وأما أصل الفضيلة والثواب في المتابعة، فلا يختص، والله أعلم

“Ada silang pendapat dikalangan ulama salaf, seperti yang disampaikan Al-Qadhi Iyadh dalam Syarh Shohih Muslim, dan saya tidak menjumpai adanya pendapat dalam hal ini pada ulama Syafiiyah. Pembahasan ini memiliki beberapa kemungkinan.
Dan pendapat yang terpilih (yang paling tepat) dalam menjawab adzan adalah sunah muakkad (ditekankan), makruh jika ditinggalkan, berdasarkan perintah yang jelas dari Hadits Shohih.
Dan ini (menjawab adzan) khusus untuk adzan yang pertama saja, karena perintah yang ada tidak menunjukkan pengulangan. Walaupun keutamaan dan pahala menjawab adzan juga tidak terkhusus untuk menjawab adzan yang pertama saja. Wallohu a’lam”
(Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/119).

Maka jika kita mendengar adzan berulang-kali, cukup jawab yang paling dekat dengan kita, meskipun juga dibolehkan untuk menjawab yang lain, begitu pula jika sholat jumat di masjid yang adzannya dua kali, cukup jawab sekali yang pertama (yang sudah masuk waktu dzuhur) sebab itulah yang utama, walaupun menjawab adzan berikutnya juga diperbolehkan.

Semoga Alloh mudahkan antum dan kita semua untuk selalu bersegera dan bersemangat dalam beramal sholih.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 H/ 12 Desember 2019 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini