IbadahKonsultasi

Apakah Boleh Mencatat Khutbah Jumat?

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Apakah Boleh Mencatat Khutbah Jumat?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah boleh mencatat khutbah jumat?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah selalu menjaga Ustadz dan keluarga. Izin bertanya ustadz,
Bolehkah mencatat materi yang disampaikan khatib ketika khutbah jum’at, dan apakah perbuatan tersebut tidak bertentangan dengan hadits …Faqod Laghow (telah sia-sia jumatannya)..

(Disampaikan oleh Admin BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Alloh teguhkan langkah kita dalam tholibul ‘ilm, dan Alloh wafatkan kita juga dalam keadaan tholibul ‘ilmi.

Saudaraku saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, diantara dalil yang menjadi landasan hukum dalam hal ini adalah Hadits Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda

وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Siapa yang bermain kerikil (saat sholat jumat) maka dia telah menyia-nyiakan (pahala jumatannya)”
(HR Muslim 857, Abu Daud 1050, Tirmidzi 498)

Lalu bagaimana jika tidak bermain kerikil (yang tidak bermanfaat), melainkan ia mencatat poin-poin penting dalam khutbah?

Baca Juga:  Hukum Wanita Tua Pergi Umrah Tanpa Mahram

Syeikh ‘Utsaimin rohimahulloh pernah ditanya, apakah dibenarkan jika ada seseorang yang mencatat khutbah ketika jumatan?
Jawaban beliau,

هذا الفعل ليس صحيحاً ؛ لأنه إذا لخص جملة ضاعت عليه الجملة الأخرى ، أو لخصها على وجه خطأ ، فلا يرخص للإنسان أن يلخص خطبة الجمعة ، لكن هنا شيء أهم من هذا ، وهو المسجل والحمد لله ، يأتي بالمسجل وهناك مسجلات صغيرة جداً ويسجل ، وإذا ذهب إلى البيت يلخص ما شاء

“Perbuatannya tidak benar. karena jika dia mencatat satu kalimat, akan hilang kalimat yang lainnya. Atau membuat catatannya salah.
Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang mencatat khutbah jumat. Akan tetapi disana ada alat yang lebih baik, yakni perekam suara, alhamdulillah.
Dia bisa membawa perekam. Sekarang ini bahkan ada perekam yang bentuknya kecil sekali. Jika sampai di rumah, dia bisa mencatat apa yang dia inginkan”
(al-Liqa as-Syahri, 4/291)

Semoga Alloh muliakan kita semua dengan Sunnah, dan diistiqomahkan diatasnya.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 H/ 12 Desember 2019 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project

Related Articles

Back to top button