Hukum Shalat Jenazah di Waktu Terlarang Sholat, Seperti Setelah Waktu Ashar bimbingan islam
Hukum Shalat Jenazah di Waktu Terlarang Sholat, Seperti Setelah Waktu Ashar bimbingan islam

Hukum Shalat Jenazah di Waktu Terlarang Sholat, Seperti Setelah Waktu Ashar

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum shalat jenazah di waktu terlarang sholat, seperti setelah waktu ashar.
Selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Bolehkah mensholatkan jenazah diwaktu yang dilarang mengerjakan sholat?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Sholat-sholat yang ada sebabnya, boleh dikerjakan di waktu-waktu terlarang, termasuk disini sholat jenazah. Syaikh bin baz berkata:

فلا شك أنه يجوز أداء صلاة الجنازة بعد صلاة العصر لأنها من ذوات الأسباب، ولا حرج في أداء ذوات الأسباب بعد صلاة العصر وبعد صلاة الصبح، لكن إذا اصفرت الشمس فينبغي ترك ذلك حتى تغيب الشمس، لقول عقبة بن عامر رضي الله تعالى عنه عن النبي ﷺ أنه قال: “ثلاث ساعات كان الرسول ينهانا أن نصلي فيهن وأن نقبر فيهن موتانا: حين تطلع الشمس حتى ترتفع، وحين يقوم قائم الظهيرة حتى تزول الشمس، وحين تتغير الشمس للغروب”

“Tidak diragukan lagi akan kebolehan mengerjakan sholat jenazah setelah sholat ashar, karena sholat jenazah adalah sholat yang ada sebabnya, tidak mengapa mengerjakan sholat yang ada sebabnya setelah shubuh maupun setelah ashar.

Namun apabila matahari telah sangat menguning (sebelum matahari terbenam), maka sebaiknya sholat tersebut ditunda sampai matahari terbenam, Dikarenakan ada riwayat dari ‘uqbah bin amir, bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Ada 3 waktu yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk mengerjakan sholat dan mengubur jenazah:

  1. Saat terbit matahari sampai meninggi
  2. Sampai matahari berada diatas kepala sampai tergelincir
  3. Ketika matahari akan terbenam.”

Sumber : Fatwa Syaikh bin Baz nomer 28896

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis,  15 Sya’ban 1441 H / 09 april 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini