AqidahIbadah

Hukum Memakai Kalung Dan Gelang Kesehatan, Syirik?

Hukum Memakai Kalung Dan Gelang Kesehatan, Syirik?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan hukum memakai kalung dan gelang kesehatan, syirik? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ustadz, ana ingin bertanya. Apa hukumnya bila memakai gelang atau kalung yang gunanya untuk kesehatan seperti yang banyak diperjualbelikan?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Suatu sebab bisa dianggap sebagai sebab yang bisa dijadikan landasan patokan, jika terpenuhi salah satu di antara dua syarat:

1. Terbukti secara empirik ilmiyah.

Artinya sebab tersebut merupakan bagian dari hasil pengalaman atau penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa sesuatu tersebut merupakan sebab munculnya sesuatu yang lain.

Misalnya:

Belajar dengan giat merupakan sebab bisa mendapatkan ilmu, bekerja merupakan sebab untuk mendapatkan penghasilan, dst. Atau sebab berdasarkan penelitian, semacam listrik menjadi sebab kipas angin berputar, paracetamol obat untuk mengurangi nyeri dan demam, dan seterusnya. Kriteria semacam ini yang sering disebut sebab kauni.

2. Ada petunjuk dalam syariat, berupa dalil.

Artinya Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan sebab tersebut melalui wahyu yang disampaikan kepada RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. sebab model ini diistilahkan dengan sebab syar’i.

Itulah semua sebab yang ditetapkan berdasarkan dalil, baik Al-Quran maupun As-Sunah, meskipun sebab tersebut tidak masuk dalam lingkup penelitian ilmiah.

Baca Juga:  Ada Apa Di balik Shalawat Al-Fatih?

Misalnya:

Membacakan Alquran untuk orang yang sedang sakit atau doa yang masyru’ dari Sunnah Nabi merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan kesembuhan. Sebagaimana hadis yang datang dari periwayatan Buraidah Al Aslamiy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

Ruqyah itu sangat mujarab jika dibacakan pada orang yang terkena penyakit ‘ain (mata jahat, kesambet) dan sakit karena disengat hewan berbisa.” (HR. Ibnu Majah, no. 2848, dinilai shahih oleh Albani).

Meskipun secara medis, boleh jadi, dokter tidak memahami hubungan antara ruqyah dengan penyembuhan dari ain.

Pendekatan Masalah

Sepengetahuan kami yang disebut “gelang dan kalung kesehatan” belum dipastikan secara ilmiah bahwa kalung tersebut betul-betul bermanfaat untuk kesehatan.

Belum ada lembaga ilmiah resmi yang membenarkan bahwa gelang dan kalung yang diklaim sebagai kalung kesehatan tersebut sebagai benar-benar kalung untuk kesehatan dan pengobatan.

Para pakar masih bersilang pendapat, dan rumah sakit ahli dan ternama belum merekomendasikannya berada pada apotek-apotek rumah sakit mereka.

Namanya pengobatan membutuhkan sekurangnya dua hal:

1. Dosis yang tepat, indikasi, racikan obat dan bahan tambahan, dan ini perlu ahli dan pakar.

2. Butuh ilmu mendiagnosa penyakit, karena penyakit bermacam-macam, walaupun obatnya sama mungkin dosis dan cara minumnya bisa berbeda, apakah ada tambahan obat pendukung ataukah harus dicampur, dan sebagainya. Tidak bisa dipukul rata. Ini perlu dokter yang kredibel dan handal di bidangnya.

Sehingga memakai gelang atau kalung kesehatan, kami tidak merekomendasikannya sama sekali. Bahkan sebagai muslim kita harus berhati-hati, selama keilmiahannya belum terbukti secara nyata dan tidak juga dari data empiris oleh para ahli dan pakar, maka statusnya bisa lebih dekat pada ‘jimat,’ yang ini tentunya telah dilarang oleh syari’at dan termasuk ke dalam amal syirik.

قَالَ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا هَذِهِ قَالَ مِنْ الْوَاهِنَةِ قَالَ أَمَا إِنَّهَا لَا تَزِيدُكَ إِلَّا وَهْنًا انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا

Sahabat Imran bin Hushain berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat lengan seorang lelaki yang memakai gelang dari kuningan. Lalu beliau bersabda:

Celakalah kamu, apa maksud dari gelang ini?” Orang tersbut menjawab: “Ini untuk mengobati penyakit wahinah (sejenis penyakit di tangan)!” Beliau bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya benda ini tidak akan menambahmu melainkan kesengsaraan, lepaskanlah ia darimu! Sebab kalau kamu mati dan benda itu masih melekat padamu, maka kamu tidak akan beruntung selamanya.”

(HR. Ibnu Majah, kitab at-thibb bab ta’liqit- tama`im, no. 3531 dan Ahmad dalam musnadnya, no. 19149).

Dari sahabat Uqbah bin Amir radhiayallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

Siapa yang menggantungkan (memakai) jimat, dia telah jatuh pada kesyirikan.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan lainnya. sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Jumat, 8 Dzulhijjah 1443 H/ 8 Juli 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik di sini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button