Muamalah

Terlambat Iuran Arisan Kena Denda/Sanksi, Riba?

Terlambat Iuran Arisan Kena Denda/Sanksi, Riba?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang terlambat iuran arisan kena denda/sanksi, apakah riba? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahim, ustadz izin bertanya. Apa hukumnya membuat arisan dengan peraturan yang terlambat iuran dikenakan denda.

Namun pihak penyelenggara arisan tidak berniat ingin menerapkan aturan tersebut apabila peserta benar-benar terlambat, hanya ingin supaya para peserta disiplin ketika membayar. Jazaakumullahu khaira, wa baarakallahu fiikum.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Arisan dalam pembahasan ulama fiqih kontemporer sering disebut dengan istilah Jum’iyyah al-muwaddzafin, hakikat transaksi arisan menurut pandangan fiqih adalah hutang/qardh bergilir dari para anggota arisan, jadi sebenarnya praktik arisan itu adalah transaksi saling hutang dengan bergilir.

Dijelaskan oleh syaikh Prof Dr Kholid al-Muslih dalam situs beliau:

Baca Juga:  Hukum Menjadi Desainer Baju Laki-laki Dalam Islam

جمعية الموظفين هي اتفاق يتفق فيه طائفة من الناس، على أن يقرض بعضهم بعضًا على حسب جدول مرتب بينهم

“Jum’iyyah muwaddzafin/arisan adalah sebuah kesepakatan yang disepakati oleh sekelompok orang untuk saling memberikan hutang satu dengan lainnya sesuai jadwal yang telah tertata di antara mereka”.

Lihat: https://almosleh.com/ar/13644

Langkah selanjutnya, jika kita telah mengetahui takyif fiqih/hakikat pandangan secara fiqih bahwa arisan adalah qardh/hutang, maka salah satu konsekuensi dari hutang adalah tidak diperbolehkan untuk memberikan denda/sanksi materi atas keterlambatan pembayaran.

Ini sebagaimana yang menjadi salah satu keputusan fatwa dari Majma Fiqh al-Islami di bawah Robitotu al-‘Alam al-Islami di Mekah, disebutkan dalam keputusannya:

أن الدائن إذا شرط على المدين أو فرض عليه أن يدفع له مبلغا من المال غرامة مالية جزائية محددة أو بنسبة معينة إذا تأخر عن السداد في الموعد المحدد بينهما فهو شرط أو فرض باطل ، ولا يجب الوفاء به ، بل ولا يحل سواء أكان الشارط هو المصرف أم غيره ؛ لأن هذا بعينه هو ربا الجاهلية الذي نزل القرآن بتحريمه

Baca Juga:  Jaminan Asuransi Hutang Lunas Jika Meninggal Dunia, Hukumnya?

“Bahwasannya kreditur jika mempersyaratkan pada debitur, atau mewajibkan pada debitur untuk membayarkan nominal uang sebagai bentuk sanksi dengan jumlah tertentu atau prosentase tertentu jika terlambat dalam pelunasan pada tempo yang sudah disepakati antara keduanya (kreditur & debitur), maka syarat dan kewajiban ini adalah sesuatu yang batil, tidak perlu ditunaikan, bahkan tidak halal dilakukan, baik pemberi syarat itu adalah pihak bank atau lainnya, karena yang demikian adalah praktik inti riba jahiliah yang diharamkan oleh al-Quran”.

(Keputusan Majma Fiqh al-Islamiy di bawah naungan Robitah al-‘Alam al-Islamiy pada sidang 11, keputusan nomor:8)

Dari penjelasan di atas bisa kita pahami bahwa denda yang diberlakukan karena keterlambatan pembayaran masuk kategori riba, tidak boleh untuk dilakukan.

Baca Juga:  Sedekah Al-Quran Namun Tidak Dibaca, Apakah Tetap Dapat Pahala?

Silakan melakukan dialog dan pendekatan secara personal dengan saling memberi nasihat pada pihak yang terlambat, semoga Allah beri jalan keluar.

Wallahu ‘Alam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis, 7 Dzulhijjah 1443 H/7 Juli 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul
Back to top button