Adakah Kewajiban Mengqodho Puasa pada Masa Jahil?

Adakah Kewajiban Mengqodho Puasa pada Masa Jahil?

Adakah Kewajiban Mengqodho Puasa pada Masa Jahil?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmat-Nya kepada Ustadz dan keluarga.. Aamiin
Ijin bertanya Ustadz,,,
Hutang puasa waktu masih jahil (jauh dari agama islam) dulu dan tidak tau berapa jumlahnya bagaimana cara membayarnya ?
Apakah harus membayar fidyah juga sedangkan jumlah hutang puasanya tidak.
Jazaakallahu khairan wa barakallahu fiik.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat Bias T09 G-02)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Seseorang yang meninggalkan kewajiban shalat dan puasa, kemudian bertaubat maka ia tidak memiliki kewajiban untuk mengqaddha’nya. Ia cukup bertaubat kepada Allah ta’ala serta tidak mengingkari perbuatannya tersebut.

Disebutkan oleh para ulama‘ yang tergabung di dalam Lajnah Daimah :

 إذا كان الواقع كما ذكرت من التوبة وسلوكك طريق الهدى فليس عليك قضاء ما تركته عمداً من الصلاة والصيام ، لأن ترك الصلاة كفر أكبر ، وردة عن الإسلام ، وإن لم يجحد التارك وجوبها في أصح قولي العلماء ، والمرتد إذا أسلم لا يؤمر بقضاء ما ترك من الصلاة والصيام في ردته ، لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( الإسلام يهدم ما كان قبله ، والتوبة تهدم ما كان قبلها) ، وعليك أن تحافظ مستقبلاً على أداء الصلاة جماعة في وقتها مع المسلمين في المساجد، وأداء صيام رمضان ، ويشرع لك الإكثار من الأعمال الصالحة ونوافل العبادة من صلاة وصيام وصلة رحم وصدقات وغير ذلك من أعمال الخير حسب الاستطاعة ، لقول الله تعالى : ( وإني لغفار لمن تاب وآمن وعمل صالحاً ثم اهتدى ) . ونسأل الله لنا ولك الثبات على الحق والتوفيق إلى أقوم طريق

“Apabila kondisinya seperti yang engkau katakan, engkau bertaubat dan meniti jalan hidayah. Maka engkau tidak memiliki kewajiban mengqadha’ shalat dan puasa yang engkau tinggalkan dengan sengaja.

Karena meninggalkan shalat merupakan kufur akbar dan merupakan kemurtadan dari Islam meskipun pelakunya tidak mengingkari kewajibannya menurut pendapat yang terkuat dari dua pendapat yang ada.

Dan seorang yang murtad jika telah masuk Islam maka ia tidak diperintahkan untuk mengaqadha’ shalat dan puasa yang telah ia tinggalkan berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; Islam itu menghapuskan dosa sebelum Islam dan taubat itu juga menghapuskan dosa sebelumnya.

Kemudian engkau wajib di masa mendatang untuk menjaga shalat berjamaah bersama kaum muslimin tepat waktu di masjid. Menunaikan puasa Ramadhan serta memperbanyak amal shalih dan amal-amal sunnah baik berupa shalat sunnah, puasa, menjalin silaturrahim, sedekah serta yang lain berupa amal-amal kebaikan sesuai kemampuan yang ada berdasarkan firman Allah ta’ala :

‘Sesungguhnya aku akan mengampuni orang yang bertaubat, beramal shalih lalu ia menempuh jalan petunjuk’.

Kita mengharap kepada Allah ta’ala keistiqamahan di atas jalan kebenaran, serta memohon taufik agar dimudahkan meniti jalan yang lurus.”
(Fatawa Lajnah Daimah : 6/41).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Kamis, 5 Dzulqodah 1440 H / 8 Juli 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS