Faedah Hadist

Fawaid Hadist #71 | Kerusakan Dan Fitnah Di Akhir Zaman

Fawaid Hadist #71 | Kerusakan Dan Fitnah Di Akhir Zaman

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #71 | Kerusakan Dan Fitnah Di Akhir Zaman. Selamat membaca.


[div class=”fawaid-hadis”]

عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيِّ قَالَ: أَتَيْنَا أَنَسَ بْنْ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فَشَكَوْنَا إلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الْحَجَّاجِ فَقَالَ: « اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي زَمَانٌ إِلاَّ وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ » سَمِعْتُه مِنْ نَبيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَوَاهُ الُبُخَارِيُّ.

Dari Zubair bin Adi ia berkata, “Kami mendatangi Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, kemudian kami mengadu kepadanya tentang apa yang kami rasakan dari (kekejaman) Al-Hajjaj. Selanjutnya Anas berkata, “Bersabarlah kalian, sesungguhnya tidak akan datang suatu masa kepada kalian kecuali zaman yang datang sesudahnya lebih buruk daripada sebelumnya, sehingga kalian menemui Rabb kalian (meninggal dunia).” Aku mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari, no. 7068).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

1. Penjelasan secara umum bahwa tidak ada suatu zaman, kecuali lebih buruk dari sebelumnya. Yakni, lebih buruk dalam hal agamanya. Keburukan ini bukan berarti keburukan secara mutlak dan umum, tetapi terkadang buruk pada hal tertentu dan baik pada hal yang lain.

2. Bolehnya mengadukan perkara pemimpin atau penguasa kepada para ahli ilmu yang mumpuni dan bertakwa.

3. Hikmah para ahli ilmu dalam memandang setiap masalah umat secara mendalam, pandangan mereka jauh ke depan mengukur dan menimbang setiap maslahat dan mudharat berdasarkan ilmu dan bashirah dari Allah Yang Mahakuasa.

4. Disyariatkan untuk bersabar atas segala musibah dan petaka, dan menyibukkan diri dengan amal shaleh dan kebajikan.

5. Penjelasan gamblang tentang tersebarnya keburukan dan kerusakan di akhir zaman.

6. Dalam hadits ini mengandung perintah untuk bersabar terhadap para pemimpin sekalipun mereka itu berbuat zalim dan aniaya, karena kamu dan mereka memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah Ta’ala. Kelak mereka akan menjadi lawanmu pada hari Kiamat, jika mereka menzalimimu. Janganlah kamu mengira bahwa kezaliman yang ada di dunia akan pergi begitu saja tanpa ada pertanggungjawabannya. Karena hak makhluk akan ditunaikan pada hari Kiamat. Maka kamu akan duduk bersama mereka di hadapan Allah Ta’ala untuk diadili dengan seadil-adilnya. Bersabarlah dan tunggulah kelapangan, maka kamu akan memperoleh ketenangan jiwa dan ketetapan hati. Menunggu kelapangan merupakan ibadah kepada Allah.

7. Isyarat halus bahwa manusia itu tergantung dari agama penguasanya, apabila pemimpin menzalimi manusia dan rakyatnya, maka biasanya hal itu disebabkan karena perbuatan dan kezaliman manusia itu sendiri juga.

8. Menolak mafsadat besar dengan mengambil mafsadat yang paling ringan, ini termasuk bagian dari kaidah Islam ketika dihadapkan pada dua kerusakan, yang tidak terdapat pilihan yang lain lagi.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=”fawaid-hadis”]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button