Aqidah

Di Mana Allah? Berikut Penjelasan Yang Menentramkan

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Di Mana Allah? Berikut Penjelasan Yang Menentramkan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan penjelasan tentang di mana Allah, apakah Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy? Selamat membaca.

[lwptoc]

Pertanyaan:

Bismillah, Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah ta’ala menjaga dan memberkati kita semua. Ustadz, ana baca buku tulisan Syaikh Ali Jumah, bahwasannya Ali Radiallahu Anha mengatakan “Dulu Allah ada dan tidak ada tempat, dan sekarang dia tetap seperti sedia kala”. (Al-Baghdadi, Al Farq Bayan Al Firaq 1/321)

Apakah riwayat tersebut benar dan shahih? Terus terang ana sebagai orang awam, agak bingung memahaminya. Jazakallahu khairan, barakallahu fiik.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bimillah, terkait dengan masalah tersebut berikut sedikit menukilkan apa yang dijelaskan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafizhahullah dalam tulisan beliau, yang menunjukkan bahwa Allah berada di Arsy Allah, baik diambilkan dari dalil ayat al-Quran, hadist dan penjelasan ulama ahlussunnah wal jamaah, sehingga kita tidak memerlukan berbagai teori ilmu kalam/filsafat yang rumit dengan berbagai kalimat dan kata yang membikin kepala pusing untuk memahaminya.

Sebagaimana yang dinukilkan pada penjelasan dan nukilan berikut ini, antara lain pendapat para imam empat madzhab (Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad) semuanya bersepakat bahwa Allah menetap tinggi di atas seluruh makhluk-Nya.

perkataan imam madzhab ibnu taimiyah tentang di mana Allah

Perkataan Imam Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah mengatakan dalam Fiqh Al-Akbar,

مَنْ اَنْكَرَ اَنَّ اللهَ تَعَالَى فِي السَّمَاءِ فَقَدْ كَفَرَ

Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah di atas langit, maka ia kafir.” (Lihat Itsbatu Shifat Al- ‘Uluw, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, hlm. 116-117)

Perkataan Imam Malik

Imam Malik bin Anas mengatakan,

اللهُ فِي السَّمَاءِ وَعِلْمُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ لاَ يَخْلُوْ مِنْهُ شَيْءٌ

Allah berada di atas langit. Sedangkan ilmu-Nya berada di mana-mana, segala sesuatu tidaklah lepas dari ilmu-Nya.” (Lihat Al-‘Uluw li Al-‘Aliyyi Al- Ghaffar, hlm. 138)

Diriwayatkan dari Yahya bin Yahya At Taimi, Ja’far bin ‘Abdillah, dan sekelompok ulama lainnya, mereka berkata, “Suatu saat ada yang mendatangi Imam Malik, ia berkata: “Wahai Abu ‘Abdillah (Imam Malik), Allah Ta’ala berfirman,

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 5).

Lalu bagaimana Allah beristiwa’ (menetap tinggi)?” Dikatakan, “Aku tidak pernah melihat Imam Malik melakukan sesuatu (artinya beliau marah) sebagaimana yang ditemui pada orang tersebut. Urat beliau pun naik dan orang tersebut pun terdiam.” Kecemasan beliau pun pudar, lalu beliau berkata,

الكَيْفُ غَيْرُ مَعْقُوْلٍ وَالإِسْتِوَاءُ مِنْهُ غَيْرُ مَجْهُوْلٍ وَالإِيْمَانُ بِهِ وَاجِبٌ وَالسُّؤَالُ عَنْهُ بِدْعَةٌ وَإِنِّي أَخَافُ أَنْ تَكُوْنَ ضَالاًّ

Hakekat dari istiwa’ tidak mungkin digambarkan, namun istiwa’ Allah diketahui maknanya. Beriman terhadap sifat istiwa’ adalah suatu kewajiban. Bertanya mengenai (hakekat) istiwa’ adalah bid’ah. Aku khawatir engkau termasuk orang sesat.” Kemudian orang tersebut diperintah untuk keluar. (Lihat Al-‘Uluw li Al-‘Aliyyi Al-Ghaffar, hlm. 378)

Inilah perkataan yang shahih dari Imam Malik. Perkataan beliau sama dengan robi’ah yang pernah kami sebutkan. Itulah keyakinan Ahlus Sunnah.

Perkataan Imam Syafi’i

Imam Syafi’i berkata,

القول في السنة التي أنا عليها ورأيت اصحابنا عليها اصحاب الحديث الذين رأيتهم فأخذت عنهم مثل سفيان ومالك وغيرهما الإقرار بشهادة ان لااله الا الله وان محمدا رسول الله وذكر شيئا ثم قال وان الله على عرشه في سمائه يقرب من خلقه كيف شاء وان الله تعالى ينزل الى السماء الدنيا كيف شاء وذكر سائر الاعتقاد

Perkataan dalam As Sunnah yang aku dan pengikutku serta pakar hadits meyakininya, juga hal ini diyakini oleh Sufyan, Malik dan selainnya : “Kami mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah. Kami pun mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Lalu Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sesungguhnya Allah berada di atas ‘Arsy-Nya yang berada di atas langit-Nya, namun walaupun begitu Allah pun dekat dengan makhluk-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Allah Ta’ala turun ke langit dunia sesuai dengan kehendak-Nya.” Kemudian beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keyakinan (i’tiqod) lainnya. (Lihat Itsbatu Shifat Al-‘Uluw, hlm. 123-124)

Perkataan Imam Ahmad bin Hanbal

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya, “Apa makna firman Allah,

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ

Dan Allah bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid: 4)

مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ

Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya.” (QS. Al-Mujadilah: 7)

“Yang dimaksud dengan kebersamaan tersebut adalah ilmu Allah. Allah mengetahui yang ghoib dan yang nampak. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu yang nampak dan yang tersembunyi. Namun Rabb kita tetap menetap tinggi di atas ‘Arsy, tanpa dibatasi dengan ruang, tanpa dibatasi dengan bentuk. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Kursi-Nya pun meliputi langit dan bumi.”

Diriwayatkan dari Yusuf bin Musa Al Ghadadiy, beliau berkata,

قيل لأبي عبد الله احمد بن حنبل الله عز و جل فوق السمآء السابعة على عرشه بائن من خلقه وقدرته وعلمه بكل مكان قال نعم على العرش و لايخلو منه مكان

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanyakan, “Apakah Allah ‘azza wa jalla berada di atas langit ketujuh, di atas ‘Arsy-Nya, terpisah dari makhluk-Nya, sedangkan kemampuan dan ilmu-Nya di setiap tempat (di mana-mana)?” Imam Ahmad pun menjawab, “Betul sekali. Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, setiap tempat tidaklah lepas dari ilmu-Nya.” (Lihat Itsbatu Shifat Al-‘Uluw, hlm. 116)

Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Pernyataan yang menyatakan Allah berada di atas Arsy didukung oleh 1000 dalil. Ahmad bin Abdul Halim Al-Harani (yang dikenal dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) berkata,

قَالَ بَعْضُ أَكَابِرِ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ : فِي الْقُرْآنِ ” أَلْفُ دَلِيلٍ ” أَوْ أَزْيَدُ : تَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى عَالٍ عَلَى الْخَلْقِ وَأَنَّهُ فَوْقَ عِبَادِهِ . وَقَالَ غَيْرُهُ : فِيهِ ” ثَلَاثُمِائَةِ ” دَلِيلٍ تَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ

“Sebagian ulama besar Syafi’iyah mengatakan bahwa dalam Al-Qur’an ada 1000 dalil atau lebih yang menunjukkan Allah itu berada di ketinggian di atas seluruh makhluk-Nya. Sebagian mereka lagi mengatakan ada 300 dalil yang menunjukkan hal ini.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 5: 121)

Maka cukup sekiranya mengambil pendapat ahlussunnah terhadap hal ini, berharap Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk memahami syariat islam ini dengan mudah sesuai dengan apa yang telah di jelaskan oleh para ulama salaf ahlussnunnah wal jamaah.

Wallahu a`lam.

Referensi: Sepakat Ulama Tentang di Mana-Allah

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 7 Rabiul Awal 1444 H/ 3 Oktober 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/