Faedah Hadist

Fawaid Hadist #15 | Allah Ta’ala Menerima Taubat Para Hamba Siang Dan Malam

Fawaid Hadist #15 | Allah Ta’ala Menerima Taubat Para Hamba Siang Dan Malam

Matan Hadist

وعن أبي مُوسى عَبْدِ اللَّهِ بنِ قَيْسٍ الأَشْعَرِيِّ، رضِي الله عنه، عن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « إِن الله تعالى يبْسُطُ يدهُ بِاللَّيْلِ ليتُوب

مُسيءُ النَّهَارِ وَيبْسُطُ يَدهُ بالنَّهَارِ ليَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِن مغْرِبِها»

Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari radhiyallahu anhu, dari Nabi (ﷺ), sabdanya:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membeberkan tanganNya -yakni kerahmatanNya- di waktu malam untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu siang dan juga membeberkan tanganNya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu malam. Demikian ini terus menerus sampai terbitnya matahari dari arah barat -yakni di saat hampir tibanya hari kiamat, karena setelah ini terjadi, tidak diterima lagi taubatnya seorang.”

(HR. Muslim, no. 2759)


Faedah Hadist

Hadis ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

  1. Luasnya ampunan Allah ‘Azza wa Jalla dengan menerima taubat para hambanya setiap waktu; pada siang dan malam.
  2. Keutamaan bertaubat dari segala dosa, dan Allah mencintai taubat para hamba-Nya.
  3. Dalam hadis ini terdapat penetapan sifat ‘Yad’ tangan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.
  4. Kemurahan dan luasnya karunia dari Allah Ta’ala yang menerima taubat para hamba-Nya meskipun terlambat bertaubat, ada yang berdosa di siang hari lalu bertaubat di malam hari, maka Allah Yang Maha Pemurah tetap merima taubatnya, begitu juga yang melakukan maksiat di malam hari lalu bertaubat di siang hari, Allah Ta’ala juga menerima taubatnya.
  5. Taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah Ta’ala atas dosa-dosa seorang hamba. Dosa yang makin hari kian bertambah banyak, maka karunia dan rahmat-Nya juga lebih luas

    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    “Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

    Bagi setiap insan, jangalah ia berputus asa terhadap rahmat Rabb nya, karena pintu taubat itu senantiasa terbuka sampai matahari terbit dari arah barat.

  6. Taubat itu hukumnya wajib sebelum matahari terbit dari barat, dan itu adalah batasannya di dunia ini.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin dan Syaikh Salim Al Hilaliy.

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button