Hukum Menggunakan Jasa Penjamin Halal Dalam Transaksi Jual Beli bimbingan islam
Hukum Menggunakan Jasa Penjamin Halal Dalam Transaksi Jual Beli bimbingan islam

Hukum Menggunakan Jasa Penjamin Halal Dalam Transaksi Jual Beli

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum menggunakan jasa penjamin halal dalam transaksi jual beli.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat dan rahmat-Nya kepada ustadz dan keluarga, aamiin.

Bagaimana hukumnya menggunakan bantuan jasa kehalalan suatu transaksi?
Misalnya kita mau mengajukan kredit ke bank, si A akan menjamin kehalalan transaksi kita dengan bank, si A meminta uang jasa tersebut kepada kita sebelum kita akad dengan bank… kita akadnya murni dengan bank.
Syukron ustadz, jazaakallahu khayran.

(Penanya: anggota grup bias G-28)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Alloh menganugrahkan kepada kita sifat hati-hati
Jika yang dimaksud penjamin keamanan adalah konsultan yang menengahi antara developer dengan Bank, atau antara dealer dengan Bank, yang tugasnya berusaha menghilangkan atau meluruskan akad-akad ghoror, bathil, riba, serta dzalim menjadi halal secara syar’i, juga mengarahkan dan memastikan pihak Bank agar tidak mendzolimi hak konsumen dalam surat perjanjian, baik itu dengan cara musyarokah Bank dengan developer, dengan dealer, atau selainnya, maka hal ini boleh-boleh saja.

Karena memang tidak bisa dipungkiri, aturan undang-undang di negara kita masih melarang perbankan masuk dalam sektor riil (perdagangan dan kepemilikan secara langsung), bank hanya boleh seputar pembiayaan saja.
Dan untuk menyiasati agar konsumen tidak melakukan pembelian melalui pihak ketiga (yakni Bank yang hanya sebatas pembiayaan atau talangan saja) muncul lah konsultan atau jasa kehalalan (baik itu lembaga atau perorangan) yang sifatnya ‘seperti negosiator’, menjadikan Bank rekanan bagi Developer atau Dealer, berserikat dalam kepemilikan barang sehingga bisa menjual langsung kepada konsumen, inilah yang disebut musyarokah.
Alloh Ta’ala berfirman

فَإِن كَانُوٓاْ أَكۡثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمۡ شُرَكَآءُ فِي ٱلثُّلُثِۚ

“Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu”
(QS An-Nisa 12)

Ayat tentang waris diatas menjelaskan bahwa saudara-saudara seibu itu musyarokah (berserikat atau beraliansi) dalam kepemilikan sepertiga bagian warisan, menunjukkan bahwa musyarokah halal dalam syariat.

Dan sekarang sudah banyak pihak yang bisa memfasilitasi hal ini, seperti APSI dalam dunia developer, Elang dalam pembiayaan kendaraan, dan semisalnya, Insya Alloh yang demikian ini tidak mengapa.
Semoga Alloh jadikan setiap perniagaan kita adalah perniagaan yang penuh berkah.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Selasa, 17 Jumadal Akhirah 1441 H/ 11 Februari 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini