Apakah Air Kencing Kucing dan Bekasnya Adalah Najis bimbingan islam
Apakah Air Kencing Kucing dan Bekasnya Adalah Najis bimbingan islam

Apakah Air Kencing Kucing dan Bekasnya Adalah Najis?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah air kencing kucing dan bekasnya adalah najis?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

Ustadz, apakah kencing kucing najis? Jika benar najis, bagaimana dengan kucing yang kencing di kasur? Saat ia kencing Saya tidak buru-buru membersihkan kasur karena tidak tahu dan baru ketahuan saat kencing tersebut sudah kering lalu meninggalkan bekas berupa noda. Apakah bisa di maafkan, Ustadz?

(Disampaikan oleh Sahabat Belajar Bimbingan Islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Terlepas dari silang pendapat yang ada tentang hukum kencing kucing, pendapat yang kuat Insya Alloh adalah najis. Syeikh Al-‘Utsaimin rohimahulloh dalam kitabnya Fathu Dzil Jalali Wal Ikrom menjelaskan,

أن الهرة ليست نجسة فهل هذا على عمومه؟
الجواب: لا، ليست نجسة في ريقها وفيما يخرج من أنفها وفي عرقها وفي سؤرها؛ أي: بقية طعامها وشرابها، في بولها نجس، في روثها نجس، في دمها نجس؛ لأن هذه الأشياء كلها من محرم الأكل نجسة، فكل ما يخرج من جوف محرم الأكل فإنه نجس كالبول والعذرة والدم والقيء وما أشبهه

“Kucing tidaklah najis, tapi apakah ini berlaku secara umum?
Jawabannya tidak, yang tidak najis adalah air liurnya, juga sesuatu yang keluar dari hidungnya, keringatnya, jilatannya, atau bekas makanan dan minumannya.
Adapun kencingnya najis, kotorannya najis, dan darahnya juga najis. Semua ini karena termasuk hewan yang harom dimakan. Maka segala sesuatu yang keluar dari dalam tubuh hewan yang haram dimakan dihukumi najis, seperti kencing, kotoran, darah, muntahan dan yang semisalnya”

(Fathu Dzil Jalali wal Ikram Bisyarhi Bulughil Marom, 1/95).

Lalu bagaimana jika kencing kucing itu sudah kering? Walaupun sudah kering maka tetap dihukumi najis jika tidak hilang bau, warna, dan rasanya. Sehingga jika keberadaan noda melazimkan keberadaan salah satu dari 3 sifat (bau, warna atau rasa) sebaiknya segera diganti atau dicuci.

Wallohu A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Jumat, 09 Muharram 1442 H/ 28 Agustus 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini