Fiqih

Bolehkah Sholat Wajib 2 Kali?

Bolehkah Sholat Wajib 2 Kali?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang bolehkah sholat wajib 2 kali? Selamat membaca.

[lwptoc]

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz. Semoga Allah selalu memberikan Taufik kepada kita semua.

Saya izin bertanya, jika saya sudah sholat berjamaah di tempat lain, dan saya dapati masjid lain sedang sholat berjamaah, apakah saya boleh sholat lagi? Bagaimana tata caranya?

Apakah boleh menjadi makmum masbuk di jamaah ke-2 ini? Syukron Ustadz atas jawabannya.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikum salam warahmatullah wabarokatuh

Mengikuti Sholat Wajib Jamaah Untuk ke-2 Kali

Sholat wajib 2 kali boleh dilakukan dengan niat sholat yang kedua sebagai sholat sunnah, bila mendapatkan sholat jamaah di suatu masjid yang ditakutkan memunculkan fitnah bila tidak melakukannya.

Dalil bolehnya mengikuti sholat jamaah 2 kali, sebagaimana hadist dari Yazid bin Al-Aswad, ia berkata,

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْفَجْرِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي آخِرِ الْقَوْمِ لَمْ يُصَلِّيَا مَعَهُ قَالَ عَلَيَّ بِهِمَا فَأُتِيَ بِهِمَا تَرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا قَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ

“Aku pernah menghadiri sholat Shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Masjid Al-Khaif. Ketika selesai sholat, ternyata ada dua orang laki-laki di belakang shaff yang tidak sholat bersama beliau. Beliau bersabda, ‘Bawalah dua orang laki-laki tersebut kepadaku.’ Dibawalah kedua laki-laki itu oleh para shahabat ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan gemetar sendi-sendinya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apa yang menghalangimu untuk sholat bersama kami?’ Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah sholat di rumah kami.’ Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jangan kalian lakukan. Apabila kalian telah sholat di rumah-rumah kalian, lalu kalian mendatangi masjid yang sedang melaksanakan sholat berjamaah, maka sholatlah kalian bersama mereka, karena sholat itu bagi kalian terhitung sebagai sholat sunnah.’” (HR. An-Nasa’i, no. 858. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)

Dalil lain tentang bolehnya sholat wajib berjamaah 2 kali adalah hadist dari Mihjan, ia berkata,

أَنَّهُ كَانَ فِى مَجْلِسٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– فَأَذَّنَ بِالصَّلاَةِ – فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– ثُمَّ رَجَعَ وَمِحْجَنٌ فِى مَجْلِسِهِ – فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَا مَنَعَكَ أَنْ تُصَلِّىَ أَلَسْتَ بِرَجُلٍ مُسْلِمٍ ». قَالَ بَلَى وَلَكِنِّى كُنْتُ قَدْ صَلَّيْتُ فِى أَهْلِى فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « إِذَا جِئْتَ فَصَلِّ مَعَ النَّاسِ وَإِنْ كُنْتَ قَدْ صَلَّيْتَ

Bahwa beliau pernah berada di majelis bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dikumandangkan adzan untuk sholat. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, lalu mengerjakan sholat, sedangkan Mihjan masih dudk di tempat semula. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ”Apa yang menghalangimu sholat, bukankah engkau adalah seorang muslim?” Lalu Mihjan mengatakan, ”Betul. Akan tetapi saya sudah melaksanakan sholat bersama keluargaku.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya, ”Apabila engkau datang, sholatlah bersama orang-orang, walaupun engkau sudah sholat.” (HR. An-Nasa’i, no. 858 dan Ahmad, 4: 34. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)

Sholat 2 Kali Untuk Menemani Seorang Yang Sholat Sendiri

Terlebih bila ia menjadi imam atau menjadi makmum bagi seorang yang membutuhkan teman untuk melakukan sholat berjamaah maka diperbolehkan menemaninya, sebagaimana hadist:

Pada hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang yang datang sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai dari sholat, lalu beliau mengatakan kepada para sahabat,

أَلاَ رَجُلٌ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّىَ مَعَهُ

“Siapakah yang mau bersedekah untuk orang ini, yaitu melaksanakan sholat bersamanya?” (HR. Abu Daud, no. 574; Tirmidzi, no. 220. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 4 Rabiul Awal 1443 H/ 30 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid
Back to top button