Hukum Menjadi Desainer Baju Laki-laki Dalam Islam bimbingan islam
Hukum Menjadi Desainer Baju Laki-laki Dalam Islam bimbingan islam

Hukum Menjadi Desainer Baju Laki-laki Dalam Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum menjadi desainer baju laki-laki dalam islam.
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Mohon penjelasannya bagaimana hukumnya jika seorang laki-laki menjadi fashion desainer bagi kaum Laki-laki, namun bukan baju muslim?

Jazakallahu khayran ustadz, barakallahu fik.

(Disampaikan oleh Fulan, sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Hukumnya boleh untuk menjadi desainer pakaian laki-laki, selama pakaian itu adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk menutupi badannya, auratnya, dan berhias dengannya dengan yang dihalalkan oleh Allah dan tidak bertentangan dengan adab Islam, perintah dan larangan-Nya. (adapun pakaian dalam punya hukum tersendiri).

Adapun syarat-syarat desain pakaian laki-laki adalah sebagai berikut:

1. Desain pakaian tersebut bukan untuk pakaian (perhiasan) yang haram,seperti emas dan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

نَهَانَا النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهَا وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk minum dengan gelas emas dan perak, dan makan dengan menggunakannya, melarang kami untuk memakai pakaian sutera dan dibaj (sejenis sutera) dan duduk di atasnya.”
(HR. Bukhari, no. 5389).

2. Bahan dan model dari desain pakaian itu tidak menyelisihi syariat, yaitu bukan desain pakaian syuhrah (sensasional atau nyeleneh), menyerupai pakaian wanita, orang kafir, orang fasik, dan tidak isbal (melebihi mata kaki). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah di dunia maka Allah akan memakaikan pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian memasukkannya ke dalam neraka.”
(HR. Ibnu Majah, no. 3597 dan dihukumi sebagai hadits hasan oleh ahli hadits Syeikh Al Albani).

Beliau juga bersabda:

لعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”
(HR. Bukhari, no. 5885).

Beliau juga bersabda:

ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

“Pakaian yang ada di bawah mata kaki maka berada di dalam neraka.”
(HR. Bukhari, 5787).

3. Desain itu bukan untuk pakaian yang najis. Seperti pakaian dari kulit babi, anjing, dan semua bahan yang najis atau tercampur najis.

4. Desain pakaian itu tidak membentuk atau bergamabar makhluk bernyawa utuh atau kepalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أشدّ الناس عذاباً يوم القيامة الذين يضاهئون بخلق الله

“Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptakan Allah”.
(HR Bukhari, no. 5954, dan Muslim, no. 1106).

Juga Hadits nabi,

إن اصحاب هذه الصور يعذبون يوم القيامة، يقال لهم: أحيو ما خلقتم

“Sesungguhnya para penggambar gambar-gambar ini akan diazab kelak di hari kiamat dan dikatakan kepada mereka : Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”.
(HR Bukhari, no. 5961).

5. Desain fashion itu untuk pakaian yang menutupi aurat (kecuali pakaian dalam), karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki lain, dan janganlah wanita melihat kepada aurat wanita lain.”
(HR. Muslim, no. 512).

Beliau juga bersabda:

غطِّ فَخِذَك فإن الفخذَ عورة

“Tutuplah pahamu, karena paha adalah aurat.”
(HR. Ahmad, no. 15364 dan dishahihkan oleh ahli hadits Al-Albani).

Silahkan dibaca :

Pengertian Pakaian Syuhrah Yang Terlarang

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jum’at, 23 Ramadhan 1441 H / 15 Mei 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini