Umum

Belajar Ilmu Duniawi Mendapatkan Pahala, Kok Bisa?

Belajar Ilmu Duniawi Mendapatkan Pahala, Kok Bisa?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan belajar ilmu duniawi mendapatkan pahala, kok bisa? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum warohmatullah wabarakatuh, izin bertanya Ustadz. Kita tahu dalam Islam kedudukan ilmu sangat penting dan ada keutamaan dan pahala yang diperoleh dari menuntut ilmu.

Pertanyaan saya, apakah jika kita belajar ilmu dunia juga bisa mendapat pahala sebagaimana menunut ilmu syar’i Ustadz? Terima kasih, jazakumullah khaira.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Ilmu duniawi dilihat secara umum jika dibandingkan dengan ilmu syar’i tentunya kedudukannya lebih tinggi ilmu syar’i, namun walaupun demikian juga bukan berarti kemudian ilmu-ilmu duniawi diabaikan begitu saja.

Baca Juga:  Hukum Rajam Bagi Pezinah

Karena ada juga ilmu-ilmu duniawi yang derajat hukumnya mencapai fardhu kifayah, seperti ilmu kedokteran, dan lainnya, harus ada dari kalangan ummat islam yang mempelajarinya, agar ketika mereka sakit tidak lantas langsung bergantung dengan dokter-dokter non muslim..

Sebagian ilmu-ilmu dunia yang lain paling tidak hukumnya mubah untuk dipelajari, namun tergantung niat pembelajarnya, walaupun mubah, jika kemudian ia niatkan dengan ilmu itu sebagai sarana/wasilah terselenggaranya sebuah kebaikan, maka ia bisa berbuah pahala.

Seperti orang yang belajar ilmu komputer, ilmu bahasa Inggris, ilmu desain grafis, videografi dll, ia niatkan dengan itu sebagai perantara dakwah Islam lewat poster, lewat video, website, dan semisalnya, maka ilmu-ilmu itu ketika dipelajari juga akan menjadikan pembelajarnya meraih pahala, dalam kaidah fiqih dikatakan:

Baca Juga:  Perbedaan Iblis Dan Syaiton

الوسائل لها أحكام المقاصد

(Perantara/wasilah itu memiliki hukum yang sama dengan tujuan)

Jika tujuannya dakwah, menyebarkan Islam, maka wasilah tersebut memiliki hukum dan ganjaran yang sama, demikian.

Wallahu a’lam.


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Jumat, 1 Zulhijjah 1443 H/ 1 Juli 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Hukum Menggunakan Kalender Masehi

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button