Beberapa Fakta Unik Tentang Keghaiban

Beberapa Fakta Unik Tentang Keghaiban

Diantara karakter khas orang-orang yang bertaqwa adalah mempercayai keghaiban yang datang dari sisi Allah dan Rasul-Nya, Allah ta’ala befirman :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib.” (QS Al-Baqarah : 2-3).

Allah ta’ala juga berfirman :

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS An-Naml : 65).

Diantara sekian banyak hal ghaib yang dikhabarkan oleh syariat ada beberapa hal yang kami pandang unik dan tidak jarang beberapa kalangan belum mengetahuinya iialah :

 

Menutup Bejana Di Malam Hari.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ia berkata :

سَمِعْتُ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: «غَطُّوا الإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذلِكَ الْوَبَاءِ

“Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; ‘Tutuplah bejana-bejana, tutuplah wadah-wadah air karena di dalam satu tahun itu ada satu malam yang Al-Waba’/Penyakit turun di dalamnya, ia tidaklah melewati bejana yang tidak ada tutupnya, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim : 2014).

Jadi larangan membiarkan bejana tana tutup ini berlaku di malam hari, karena hal tersebut bisa menjadi sebab timbulnya penyakit dengan cara ghaib yang tidak terdeteksi oleh ilmu kedokteran modern sebagaimana keterangan dalam hadits tersebut di atas. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah ta’ala berkata :

وهذا مما لا تناله علوم الأطباء ومعارفهم وقد عرفه من عرفه عقلاء الناس بالتجربة

“Dan hal ini tidak bisa dijangkau oleh ilmu-ilmu kedokteran serta teori medis, dan orang-orang yang mengetahuinya bisa mengetahuinya berdasarkan pengalaman.” (Zaadul Ma’ad : 4/213, lihat pula Ath-Thibbun Nabawi : 158 keduanya oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah).

 

Fungsi Bintang-Gemintang

Allah ta’ala berfirman :

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَاباً رَصَداً

“Dan sesungguhnya kami (para jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS Jin : 9).

Imam Qatadah rahimahullah berkata :

“خلق الله هذه النجوم لثلاث: زينة للسماء، ورجوماً للشياطين، وعلامات يُهتدى بها، فمن تأوّل غير ذلك أخطأ وأضاع نصيبه، وتكلّفٌ ما لا علم له به

“Allah ta’ala menciptakan bintang-gemintang ini untuk tiga tujuan : Sebagai hiasan langit, alat melempar setan, dan sebagai tanda untuk mengetahui arah. Barangsiapa mentakwilkan selain itu maka ia telah salah dan menyia-nyiakan serta membebani dengan sesuatu yang ia tidak memiliki ilmu tentangnya.” (HR Bukhari : 3198).

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan ketika menjelaskan makna ayat ini beliau berkata :

“رجوماً للشياطين “وذلك لأن الشياطين يحاولون استراق السمع من الملائكة في السماء، وبأتون بما يسترقونه إلى الكُهّان من بني آدم، ولكن الله جل وعلا حفِظ السماء بهذه الشهب التي تنطلق من هذه الكواكب فتُحرِق هذا المارد فتُهلكه، خصوصاً عند بعثة محمد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فإنها حُرست السماء بالشهب، كما قال تعالى عن الجن: {وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَاباً رَصَداً

“Bintang sebagai alat pelempar setan, yang demikian karena para setan berusaha untuk mencuri dengar dari para malaikat di langit. Dan mereka membawa hasil curian mereka kepada para dukun dari kalangan anak Adam.

Akan tetapi Allah azza wa jalla menjaga langit dengan panah-panah api ini yang berasal dari bintang gemintang yang akan membakar jin pembangkang dan membunuhnya. Terutama setelah diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam langit dijaga oleh panah-panah api sebagaimana firman Allah ta’ala :

“Dan sesungguhnya kami (para jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)“ (QS Jin : 9). (Lihat I’anatul Mustafidz : 2/16).

 

Ular Yang Berbahaya

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اُقْتُلُوا الْحَيَّاتِ وَاقْتُلُوْا ذَا الطُّفْيَتَيْنِ وَالأَبْتَرَ فَإِنَّهُمَا يَطْمِسَانِ الْبَصَرَ وَيَسْتَسْقِطَانِ الْحَبَلَ.

“Bunuhlah ular-ular dan bunuhlah dza ath-thufyatain dan al–abtar (nama dari dua jenis ular berbisa) karena keduanya membutakan pandangan dan menggugurkan kandungan.” (HR. Muslim : 2233).

Imam Badruddin Al-’Aini berkata tentang hadits ini :

قوله: (ذا الطفيتين) ، بضم الطاء وسكون الفاء: هو ضرب من الحيات في ظهره خطان أبيضان

“Sabda beliau ‘Dzath Thufyatain’ dengan men-dhummah-kan huruf Tha’ dan men-sukun-kan huruf Fa’ ia adalah sebutan untuk ular yang di atas punggungnya ada dua garis putih.”

Kemudian beliau menyatakan lagi :

قوله: (والأبتر) هو مقطوع الذنب. وقال النضر بن شميل: هو أزرق اللون لا تنظر إليه حامل إلا ألقت

“Dan sabda beliau ‘Al-Abtar’ adalah ular yang buntung ekornya. Nadhr bin Syumail berkata ; Ia adalah ular berwarna biru (buntung) tidaklah seorang wanita hamil memandang kepadanya kecuali akan mati janinnya (Umdatul Qari : 15/188).

Adapun tentang proses bagaimana kedua jenis ular terebut bisa menjadi sebab butanya mata seseorang serta matinya janin telah disebutkan oleh para ulama kita, diantaranya Imam An-Nawawi berkata :

وأما يلتمسان البصر ففيه تأويلان ذكرهما الخطابي وآخرون أحدهما معناه يخطفان البصر ويطمسانه بمجرد نظرهما إليه لخاصة جعلها الله تعالى في بصريهما إذا وقع

على بصر الإنسان ويؤيد هذا الرواية الأخرى في مسلم يخطفان البصر

“Adapun sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ‘membutakan mata’, maka ada beberapa penafsiran yang disebutkan oleh Al-Khathabi dan lain-lain. Salah satunya adalah ; Membutakan mata dan melukainya, hanya dengan memandang kepada kedua ular tersebut. Dikarenakan oleh kekhususan yang Allah letakkan pada pandangan kedua ular tersebut jika mengenai pandangan manusia. Hal ini dikuatkan oleh riwayat Muslim yang lain ‘Membutakan mata’ disebut dalam riwayat yang lain ‘Menyilaukan mata’.”(Syarah Shahih Muslim : 14/230).

Demikianlah sebagian kecil dari keghaiban yang diterangkan oleh syariat kepada kita sebagai pertanda betapa Agung dan Maha Kuasanya Allah ta’ala Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Terpuji Yang diibadahi di oleh penduduk langit dan bumi. Wallahu a’lam

 

Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty حفظه الله

CATEGORIES
Share This

COMMENTS