KeluargaKonsultasi

Istri Berhak Merawat Dan Tinggal Di Dekat Suami Yang Sakit, Apa Benar?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Istri Berhak Merawat Dan Tinggal Di Dekat Suami Yang Sakit, Apa Benar?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang istri berhak merawat dan tinggal dekat suami.
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

izin bertanya ustadz.
Jika suami sedang sakit parah (sudah 3 bulan lebih belum sembuh-sembuh), akhirnya si ibu yang ingin mengobati anaknya dan suami tinggal di rumah ibu nya sementara untuk diurus sampai sembuh, si istri tinggal sendiri (dikarenakan tempat ibunya tidak luas) apakah sebagai istri boleh membiarkan nya? Dan apakah istri tidak berhak?
Qodarullah suami di rawat sama istri namun sudah 3 bulan keadaan belum membaik juga justru berat badan suami semakin menurun.
Mohon penjelasannya ustadz

Syukron Jazaakallāhu khayran

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Istri Berhak Merawat Dan Tinggal Di Dekat Suami Yang Sakit, Apa Benar?

Di antara kewajiban Istri adalah melayani suami dalam hal yang ma’ruf yang menjadi tanggungjawabnya.

Bergaul dengan yang baik itu konteksnya luas, saling menjaga dan memelihara termasuk menolong pasangan ketika salah satunya dalam keadaan tidak mampu, sakit, atau halangan lainnya

Jika suami sedang sakit berarti ujian kesabaran bagi seorang istri. Selain itu juga sebuah ladang ibadah pengabdian, serta sebuah lahan untuk memperoleh pahala ibadah rumah tangga.

Usaha merawat suami itu bisa bermacam-macam caranya, bisa dengan menghubungi dokter, mencari obat dan kenyamanan untuk tempat beristirahat yang terbaik, misalkan di rumah orang tuanya. Hal ini tidak menjadi masalah, yang penting istri selalu ada untuk membantu suami. Maka bagi sang istri hendaknya dia tidak jauh-jauh tinggal dari tempat suaminya, sebagaimana kedekatan ini telah disinggung dalam syariat Islam yang mulia;

…هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ…

“…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka … “
(QS. al-Baqarah: 187)

Ibarat pakaian sangat dekat dan melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin dengan tinggal bersama.

Kalau bisa istri ikut suami yang tinggal di rumah orang tuanya untuk terapi pengobatan, maka istri ikut suami dan tinggal bersama dimana suaminya dirawat, karena jangan sampai setan membuka cela untuk memisahkan dan merenggangkan hubungan antara keduanya pada saat susah, dan pada saat saling menguatkan itu sangat diharapkan. Dan anda berhak, karena anda adalah istrinya, serta jangan membuat masalah baru dengan ibu dari suami anda, karena suami anda adalah anak yang dikasihinya juga. Selalu berkomunikasi dan bergaul dengan cara terbaik.

Semoga Allah Yang Maha Pemurah memudahkan urusan kaum muslimin.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Senin, 08 Rabiul Akhir 1442 H / 23 November 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button