Aturan Tukar Emas Putih Dengan Emas Kuning

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang aturan tukar emas putih dengan emas kuning.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ada hal yang ingin saya tanyakan ustadz.
Bolehkah menukar emas putih dengan emas kuning walaupun berbeda kuantitas atau takaran. Karena tidak berlaku Hukum riba?
Pertanyaan: “Apakah juga tidak berlaku tunai/serah terima ditempat”?

(Disampaikan oleh Fulanah, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Hukum emas putih harus dilihat dari hakikat logam yang terkandung di dalamnya. Jika emas putih dari logam selain emas maka tidak berlaku hukum emas padanya baik berkaitan dengan zakat maupun riba.

Baca Juga:  Pernyataan "Uang Suami Adalah Uang Istri" Atau "Uang Istri Adalah Milik Suami" Apakah Benar?

Jika emas putih tersebut terbuat dari emas yang merupakan logam mulia, maka berlaku padanya hukum zakat dan ribawi.

Dari info yang kami dapat emas putih terdiri dari campuran logam emas, nikel, perak dan paladium sehingga menimbulkan warna putih.

Jika demikian, maka berlaku padanya hukum emas kuning pada umumnya, seperti zakat, dan riba.

Jika emas putih ditukar dengan emas putih maka harus tunai dan sama timbangannya.

Inilah yang difatwakan lembaga fatwa saudi arabia. (Fatwa Lajnah daimah : 24/61):

الذَّهَبُ إذا خُلِطَ بغيرِه لا يَخرُج عن أحكامِه؛ مِن تحريمِ التَّفاضل إذا بِيعَ بجِنْسِه، ووجوبِ التَّقابض في المجلِس- سواءٌ بِيعَ بجِنسِه أو بِيعَ بفضَّةٍ أو نقودٍ ورقيةٍ-، وتحريمِ لُبسِه على الرِّجالِ، وتحريمِ اتخاذِ الأواني منه، وتسميتُه ذهبًا أبيضَ لا تُخرِجُه عن تلك الأحكامِ

“Keadaan emas jika dicampurkan dengan bahan lainnya, tidak mengeluarkannya dari hukum yang berlaku padanya, seperti : haramnya ketidaksamaan timbangan jika ditukar sesamanya, dan harus tunai jika ditukarkan dengan sesamanya atau dengan uang ataupun perak. Haram pemakaiannya bagi laki-laki, tidak boleh dijadikan sebagai bahan pembuat bejana. Nama emas putih tidak mengeluarkannya dari hukum – hukum tersebut.”

Baca Juga:  Kebiasaan Puasa Penuh Pada Bulan Sya'ban

Wallahu a’lam

Disusun oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 09 Jumadil Akhiroh 1442 H / 22 Januari 2021 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini