SIHIR

SIHIR

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan Ustadz, ana mau bertanya.

Bolehkah kita percaya tentang adanya sihir, guna-guna dan semacamnya?

Apakah benar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam pernah juga terkena sihir?

Dan bagaimana solusinya jika kita sudah terkena sihir hingga menyebabkan kita seperti rasanya sudah hampir mau sakaratul maut?

Mohon pencerahannya Ustadz.
Jazaakallahu khayran

(Admin BiAS T06 G-XX)

 

 

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Diantara prinsip aqidah ahlis sunnah wal jama’ah adalah mempercayai keberadaan sihir dan bahwasanya ia menimbulkan efek negatif pada manusia baik psikis maipun fisik.

Imam Al-Isma’ili berkata ketika menjelaskan aqidah para imam ahli hadits :

وأن في الدنيا سحرا وسحرة، وأن السحر واستعماله كفر من فاعله، معتقدا له، نافعا ضارا بغير إذن الله.

“Dan bahwasanya di dunia ini ada sihir dan juga tukang sihir. Dan bahwasanya penggunaan sihir itu mengakibatkan kafir pada pelakunya karena ia meyakini bahwa sihir bisa menimbulkan manfaat dan madharat dengan tanpa ijin dari Allah.” (I’tiqad A’immatil Hadits : 78).

Prinsip fundamental ini sudah barang tentu dirumuskan berdasarkan dalil yang sangat banyak baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya Allah ta’ala berfirman :

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan-lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah : 102).

Dalil akan keberadaan sihir ada juga di Surat Yunus : 77. Sedang dalil dari hadits teramat sangat banyak sekali diantaranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا قَالَتْ سَحَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي زُرَيْقٍ يُقَالُ لَهُ لَبِيدُ بْنُ الْأَعْصَمِ حَتَّى كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُ الشَّيْءَ وَمَا فَعَلَهُ حَتَّى إِذَا كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَهُوَ عِنْدِي لَكِنَّهُ دَعَا وَدَعَا ثُمَّ قَالَ يَا عَائِشَةُ أَشَعَرْتِ أَنَّ اللَّهَ أَفْتَانِي فِيمَا اسْتَفْتَيْتُهُ فِيهِ أَتَانِي رَجُلَانِ فَقَعَدَ أَحَدُهُمَا عِنْدَ رَأْسِي وَالْآخَرُ عِنْدَ رِجْلَيَّ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ مَا وَجَعُ الرَّجُلِ فَقَالَ مَطْبُوبٌ قَالَ مَنْ طَبَّهُ قَالَ لَبِيدُ بْنُ الْأَعْصَمِ قَالَ فِي أَيِّ شَيْءٍ قَالَ فِي مُشْطٍ وَمُشَاطَةٍ وَجُفِّ طَلْعِ نَخْلَةٍ ذَكَرٍ قَالَ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فِي بِئْرِ ذَرْوَانَ فَأَتَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَجَاءَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ كَأَنَّ مَاءَهَا نُقَاعَةُ الْحِنَّاءِ أَوْ كَأَنَّ رُءُوسَ نَخْلِهَا رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا اسْتَخْرَجْتَهُ قَالَ قَدْ عَافَانِي اللَّهُ فَكَرِهْتُ أَنْ أُثَوِّرَ عَلَى النَّاسِ فِيهِ شَرًّا فَأَمَرَ بِهَا فَدُفِنَتْ

“Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata : “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terkena sihir sehingga beliau menyangka bahwa beliau mendatangi istrinya padahal tidak mendatanginya. Lalu beliau berkata :

‘Wahai ‘Aisyah tahukah kamu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabulkan permohonanku? Dua lelaki telah datang kepadaku. Kemudian salah satunya duduk di sebelah kepalaku dan yang lain di sebelah kakiku. Yang di sisi kepalaku berkata kepada yang satunya : ‘Kenapa Beliau?’ Dijawab: ‘Terkena sihir.’ Yang satu bertanya : ‘Siapa yang menyihirnya?’ Dijawab : ‘Labid bin Al-A’sham lelaki dari Banu Zuraiq sekutu Yahudi ia seorang munafiq.’ Bertanya : ‘Dengan apa?’ Dijawab : ‘Dengan sisir rontokan rambut.’ Bertanya : ‘Di mana?’ Dijawab : ‘Pada mayang korma jantan di bawah batu yang ada di bawah sumur Dzarwan’.”
‘Aisyah radhiallahu ‘anha lalu berkata : “Nabi lalu mendatangi sumur tersebut hingga beliau mengeluarkannya. Beliau lalu berkata : ‘Inilah sumur yang aku diperlihatkan seakan-akan airnya adalah air daun pacar dan pohon kurmanya seperti kepala-kepala setan.

Aku bertanya : ‘Mengapa engkau tidak mengeluarkannya?’ Beliau menjawab : ‘Demi Allah, sungguh Allah telah menyembuhkanku dan aku membenci tersebarnya kejahatan di kalangan manusia’.” (Hadits Bukhari : 5765).

Adapun cara mengobati orang yang terkena sihir adalah dengan dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itu merupakan obat baik bagi penyakit psikis maupun medis. Ayat Al-Qura’n secara umum terutama :

– Sebelumnya membaca isti’adzah/ta’awwudz
– Al-Fatihah
– Al-Ikhlas
– Al-Falaq
– An-Nas
– Ayat Kursi
– 3 ayat terakhir Surat Al-Baqarah.

Surat dan ayat tersebut dibaca berulang-ulang, dilakukan selama beberapa hari hingga hilang pengaruh sihir yang menimpa. Namun di samping itu korban sihir juga harus melakukan pembentengan diri yang dijelaskan oleh beberepa dalil yang shahih, diantara bentuk benteng tersebut adalah :

1. Memperbaiki kwalitas tauhid terhadap Allah ta’ala, mengikhlaskan niat dan bahwa seluruh perbuatan yang kita lakukan semua atas dasar ketundukkan kepada Allah ta’ala. Dan menghadiri pengajian-pengajian, membaca buku-buku terutama yang berkaitan dengan masalah tauhid.

2. Membaca bismillah pada kondisi-kondisi sebagai berikut :

– Sebelum makan dan minum
– Sebelum masuk WC/toilet/kamar mandi.
– Ketika menutup pintu jendela di malam hari.
– Ketika hendak melepas/mengganti pakian.
– Ketika hendak berwudhu.
– Ketika memulai perbuatan-perbuatan yang baik secara umum
– Khusus ketika hendak tidur harus berwudhu kemudian membaca Qulhu (Al-Ikhlas, -ed), Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh diulangi tiga kali.

3. Menjaga shalat lima waktu, berdzikir seusai shalat, dan untuk lelaki wajib shalat berjamaah di masjid.

4. Berusaha semaksimal mungkin shalat malam.

5. Membaca dzikir :

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan asma Allah, tidak ada satupun makhluk di langit maupun di bumi yang akan mampu menimbulkan madharat, dan Allah itu Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.”

(HR. Abu Dawud : 5088 dishahihkan oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah di dalam kitab Zadul Ma’ad : 2/388).

Disebutkan dalam riwayat tersebut, barangsiapa membaca do’a ini tiga kali di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari musibah hingga sore hari. Dan barangsiapa membacanya tiga kali di waktu sore ia akan dijaga hingga pagi hari.

Serta menjauhi kemaksiatan apapun itu bentuk dan jenisnya. Diantara bentuk kemaksiatan yang seringkali dinasehatkan oleh para ulama terhadap korban sihir adalah dengan menyingkirkan unsur-unsur pelanggaran syariat dari dalam rumah seperti keberadaan : anjing, alat-alat musik, foto atau gambar makhluk hidup, patung, jimat, lonceng, simbol kekufuran seperti salib dll. Semua harus dikeluarkan dari rumah dan dibakar.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

 Senin, 13 Rabi’ul Awwal 1438 H / 12 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS