Apa Boleh Sahur Hanya Minum Air Saja?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apa boleh sahur hanya minum saja?

selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sekarang adalah bulan Ramadhan, yang dimana kita diharuskan berpuasa, dimana berpuasa ada yang namanya sahur. Saya ini jika bangun pagi untuk menjalankan sahur itu tidak bisa makan dengan makanan berat hanya minum saja, apakah di dalam sahur diperbolehkan jika sahurnya hanya minum saja? Atau diwajibkan untuk makan didalam sahur. Mohon penjelasannya. Syukron Katsir.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Sahur Merupakan Salah Satu Sunnah Mulia 

Iya benar Sahur adalah merupakan salah satu sunnah yang mulia. Selayaknya kita bersungguh-sungguh untuk melakukannya dan meniatkannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

Disamping itu, sahur juga menjadi pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga:  Kedudukan Anak Kecil dan Bayi Muslim Ketika Meninggal

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ ، أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim : 1096).

Boleh Hanya Sahur Beberapa Teguk Air

Dan boleh pula bersahur dengan meminum beberapa teguk air putih sebagaimana disebutkan di dalam satu riwayat,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu berbuka dengan beberapa ruthab sebelum shalat, jika tidak ada ruthab maka dengan beberapa kurma dan jika tidak ada juga maka meneguk beberapa tegukan air.” (HR. Abu Dawud: 2356, Tirmidzi: 696).

Baca Juga:  Hukum Melaknat Pelaku Dosa

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Jumat, 04 Ramadhan 1442 H/ 16 April 2021 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini