Vaksin dan Swab Test Apakah Membatalkan Puasa?

Para pembaca bimbinganislam.com yang memiliki akhlak mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang vaksin dan swab test apakah membatalkan puasa?

Selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, Ijin bertanya.

Apa hukum Vaksin dan Swab Test selama bulan Ramadhan ini, apakah membatalkan atau tidak? Mohon penjelasannya. Syukron Katsir.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Tidak Membatalkan Puasa 

Insya Allah, vaksin corona dan swab test baik rapid antigen maupun PCR tidak membatalkan puasa.

Adapun vaksin corona, tidak dianggap membatalkan puasa karena cara vaksinasinya adalah dengan injeksi melalui otot. Dan para ulama kontemporer dari berbagai mazhab memfatwakan bahwa ini tidaklah membatalkan puasa. Ini sebagaimana juga difatwakan oleh MUI. Silahkan baca disini

Baca Juga:  Sikap Penuntut Ilmu Terhadap Taqlid dan Ijtihad

Adapun swab test, dengan memasukkan alat tes ke dalam tenggorokan atau kerongkongan, dan ini juga tidak membatalkan puasa karena tidak sampai masuk ke pangkal tenggorokan yang merupakan rongga dalam. Ibnu Hajar Al Haitamy berkata,

وإنما يفطر بالواصل إلى الحلق إن وصل إلى الباطن منه شيء، ومخرج الهمزة والهاء باطن ومخرج الخاء المعجمة والحاء المهملة ظاهر، ثم داخل الفم إلى منتهى المهملة والأنف إلى منتهى الخيشوم له حكم الظاهر في الإفطار باستخراج القيء إليه أو ابتلاعه النخامة منه، وفي عدم الإفطار بدخول شيء فيه وإن أمسكه

“Sesuatu yang masuk ke dalam tenggorokan bisa membatalkan puasa, jika sampai ke bagian tenggorokan dalam. Makhraj ه dan ء adalah tenggorokan dalam (pangkal tenggorokan), sedangkan makhraj خ (bagian yang paling dekat dengan mulut) dan ح (terletak pada tengah tenggorokan) adalah tenggorokan atas.

Kemudian, Mulut bagian dalam sampai ke makhraj ح, begitupula hidung sampai pangkal hidung dihukumi termasuk bagian luar yang mana jika muntah atau dahak sampai ke tempat tersebut lalu ditelan lagi, bisa membatalkan puasa dan tidak batal jika dahak dan muntah tersebut tidak keluar dari tempat tersebut.” (Minhajul Qowim, 246).

Dan ini juga sesuai dengan fatwa MUI no. 23 tahun 2021.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
07 Ramadhan 1442 H/ 19 April 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga:  Adakah Bacaan Khusus Selesai Shalat Jumat?