Home Konsultasi Aqidah Allah Ta’ala Di Atas ‘Arsy Dan IlmuNya Meliputi Segala Tempat Dan Waktu

Allah Ta’ala Di Atas ‘Arsy Dan IlmuNya Meliputi Segala Tempat Dan Waktu

Allah di Atas Arsy, Tapi Juga Membersamai Manusia, Bagaimana Penjelasannya bimbingan islam
Allah di Atas Arsy, Tapi Juga Membersamai Manusia, Bagaimana Penjelasannya bimbingan islam

Allah Ta’ala Di Atas ‘Arsy Dan IlmuNya Meliputi Segala Tempat Dan Waktu

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Allah di atas arsy, dan ilmunya meliputi segala tempat dan waktu.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga. Saya mau bertanya ustadz.

Ustadz. Mohon maaf, izin bertanya –barakallahufiikum– , Di suatu kelas perkuliahan guru agama saya bertanya “Di mana Allah?”.
Kemudian saya jawab “Bersemayam di atas ‘Arsy”.
Kemudian singkat cerita, guru saya tersebut kurang lebih menanggapi “Apakah bertemu dengan Allah harus ke langit?”.
Saya jawab “Tidak”.
Kemudian guru saya berkata (kurang lebih) “Kalau begitu yang lebih tepat ialah bahwa seluruh makhluk itu berada di dalam-Nya. Berada dalam pengawasan-Nya, pemeliharaan-Nya.”
Pertanyaan saya, bagaimana tanggapan Ustadz terhadap hal tersebut?

(Disampaikan oleh Fulan, Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)

Baca Juga:  Bolehkah Membantu Persiapan Acara Kerabat, Namun Ada Ikhtilat dan Musik?

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Allah selalu memberikan kepada kita hidayah dan ilmu yang bermanfaat.
Terkait dengan dzat Allah yang tiada seorangpun mengetahui kecuali Allah ta’ala yang kemudian Dia sampaikan kepada para Rasul-Nya untuk diteruskan kepada para hamba-Nya.
Sehingga tiada perkataan yang lebih kita percaya kecuali apa yang telah Allah sebutkan untuk diri-Nya. Lebih dari satu tempat/ayat/surat Allah nyatakan bahwa diri-Nya berada di Arsy-Nya dan Rasul-Nya pun telah menetapkannya. Maka cukup bagi kita dalil yang ada dan apa yang dikatakan selainnya yang bertentangan adalah dusta yang muncul dari penafsiran dan nafsu mereka.
Allah Ta’ala tetapkan untuk diriNya dalam tujuh ayat Al-Quran, yaitu Surat Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4 dan Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

Dan dalam Surat Thaha 5 dengan lafazh:

Baca Juga:  Sihir Warisan Nabi?

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

“Yang Maha Penyayang di atas ‘Arsy (singgasana) berada.”

Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaihi wasallam memegang tangannya (Abu Hurairah) dan berkata:

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرَضِيْنَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

“Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”
(HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra, dishahihkan Al-Albani dalam Mukhtasharul ‘Uluw)

Dan apa yang dikatakan oleh seorang Imam besar terkait dengan istiwa Allah diatas Arsy Nya :
Malik bin Anas mengatakan:

الاِسْتِوَاءُ مَعْلُوْمٌ، وَاْلكَيْفُ مَجْهُوْلٌ، وَالإِيمَانُ بِهِ وَاجِبٌ

“Istiwa’ itu diketahui, kaifiyyahnya tidak diketahui, dan mengimaninya wajib.”
(Al-Iqtishad fil I’tiqad, Al-Ghazali)

BACA JUGA
Baca Juga:  Mengakhirkan Sholat Karena Kajian dan Kuliah

Terkait dengan syubhat (kerancuan) yang dikatakan, bahwa Allah bersama ilmunya, pengawasan-Nya, penjagaan-Nya,  pemeliharaan-Nya kepada makhluk-Nya, maka tiada yang mengingkarinya, dan tiada bertentangan dengan Dzat Allah yang ada di Arsy-Nya.
Bila mengatakan bahwa pengetahuan, penjagaan dan kebersamaan Allah mengharuskan Allah ada bersama makhluk-Nya atau dzat Allah ada dimana-mana maka itu batil (salah), karena menjadikan Allah kecil dari makhluk-Nya atau dzat Allah juga berada di tempat yang buruk, yang tidak semestinya.
Sehingga cukuplah kita beriman dengan apa yang telah di informasikan oleh Allah dan Rasul-Nya, bukan orang yang menggunakan nafsu dan akalnya .

Wallahu ta’ala a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله
Selasa, 30 Rabiul Akhir 1442 H/ 15 Desember 2020 M



Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini