Penjelasan Sifat Melihat Allah

Penjelasan Sifat Melihat Allah

Penjelasan Sifat Melihat Allah

Para pembaca Bimbingan islam yang semoga selalu Allah rahmati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang sifat melihat Allah, selamat membaca.

Pertanyaan :
بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan ustadz, ijin bertanya.
Bagaimana menjawab pertanyaan anak usia 5 tahun, yang bertanya “Mama, kalau Allah Maha Melihat, Allah melihatnya pakai apa?”

Jazaakallahu khairan,  ustadz.

(Disampaikan Fulanah, Sahabat BiAS )


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Dijawab bahwa Allah ta’ala melihat dengan kedua mata – Nya. Yang demikian karena madzhab ahlussunnah wal jamaah menetapkan adanya sifat mata bagi Allah.
Dan mata Allah ada dua, mata yang sesuai dengan ke-Maha Agungan dan ke-Maha Besaran Allah ta’ala. Bukan mata yang serupa dengan mata makhluk-Nya. Allah ta’ala berfirman :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”
(QS Asy-Syuro : 11).

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan :

مذهب أهل السنة والجماعة : أن لله عينين اثنتين ، ينظر بهما حقيقة على الوجه اللائق به ، وهما من الصفات الذاتية 

“Madzhab ahlissunnah wal jamaah menetapkan bahwa Allah memiliki dua mata. Allah melihat dengan keduanya dengan proses melihat yang sebenarnya sesuai dengan ke-maha besaran Allah, dan kedua mata ini termasuk sifat dzatiyah.”
(Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin : 4/58).

Diantara dalil akan penetapan mata bagi Allah adalah firman Allah ta’ala :

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan kami dan petunjuk wahyu Kami.”
(QS Hud : 37).

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma tatkala menafsirkan ayat ini (QS Hud : 37) berkata :

بعين الله تبارك وتعالى

“Dengan mata Allah tabaraka wa ta’ala.”
(HR Baihaqi dalam Asma’ Was-Sifat : 2/116).

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan lagi :

والعين لله سبحانه وتعالى هي عينٌ حقيقيةٌ ، ودليل ذلك أن الله أثبتها لنفسه في غير موضع ، وأثبت الرؤية في غير موضع ، وإثبات هذا تارة وهذا تارةً يدل على التغاير بينهما ، فالرؤية شيءٌ ، والعين شيءٌ آخر 

“Mata Allah subhanahu wa ta’ala adalah mata yang hakiki. Dalil akan hal itu adalah Allah menetapkan mata untuk diri Nya sendiri di banyak lokasi. Dan menetapkan penglihatan di banyak lokasi.

Penetapan mata sesekali, dan penetapan penglihatan pada kali yang lain menunjukkan adanya perbedaan diantara keduanya. Penglihatan adalah sesuatu sedangkan mata adalah sesuatu yang lain.”
(Syarah Aqidah As-Sifariniyyah : 192).

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz pula menyatakan :

الله سبحانه موصوف بأن له عينين، وأنه ليس بأعور خلافًا للدجال فإنه أعور العين اليمنى. والمثنى قد يطلق عليه الجمع باللغة العربية، كما قال سبحانه في سورة التحريم: إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا [التحريم:4]، والمراد: قلبكما.

فعبر عن المثنى بالجمع، وهكذا قوله سبحانه: وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا [المائدة:38] والمراد يداهما، وبذلك يزول الإشكال في قول الله سبحانه: وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا [الطور:48]. وفي قوله U: تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا [القمر:14]، والله ولي التوفيق[1].

“Allah ta’ala disifati dengan dua mata, dan bahwasanya Allah tidak picak (buta sebelah matanya) seperti Dajjal. Karena sesungguhnya Dajjal itu buta mata kanannya.

Dan bentuk ganda (mutsanna) terkadang disebut dengan bentuk jamak (plural) dalam bahasa arab. Sebagaimana firman Allah ta’ala di surat At-Tahrim :
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya Qulub (bentuk jamak dari kata Qalbun/hati) kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan) (QS At Tahrim : 4).

Makna dari Qulub dalam ayat ini adalah Qalbu (hati/ tunggal). Dan Allah mengungkapkan bentuk ganda dengan jamak sebagiamana firman Allah ta’ala :
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan-tangan keduanya. (QS At-Taubah : 38) maksudnya adalah dua tangan.

Maka dari itu hilanglah sudah kemusykilan di dalam firman Allah ta’ala :
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam mata-mata Kami (QS At-Tur : 48).

Demikian pula firman Allah ta’ala : Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). (QS Al-Qamar : 14).

Dan hanya Allah-lah Sang Pemberi taufiq.”
(Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz : 28/397).

 

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Kamis, 12 Muharram 1441 H / 12 September 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS