Muamalah

Akad Syirkah Dalam Keluarga, Bolehkah?

Akad Syirkah Dalam Keluarga, Bolehkah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan akad syirkah dalam keluarga, bolehkah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Afwan Ustadz ana mau tanya. Ana ikut dalam usaha adik ana, beternak ayam dan akadnya bagi hasil. Modalnya kita patungan ana 10jt dan adik 10jt. Apabila mendapat keuntungan, ana dapat sepertiganya karena ana tidak ikut mengelola. Apakah itu sah dalam syari’at. Mohon penjelasannya. Syukron.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Bentuk kerjasama seperti ini dalam fiqih diberi nama syirkah ‘inan yang semi syirkah mudhorobah, dalam fatwa islamqa dibawah asuhan Syaikh Muhammad Solih al-Munajjid disampaikan:

المضاربة نوع من الشركة ، وهي أن يكون المال من أحدهما ، والعمل من الآخر .

فإن كان المال والعمل من الطرفين ، فهذه شركة عنان .

وإن كان المال منهما ، والعمل من أحدهما فقط ، فهذه شركة عنان عند بعض الفقهاء ، أو فيها شبه من العنان والمضاربة ،

عند آخرين ، واشترط بعضهم أن يكون للعامل أكثر من ربح صاحبه حينئذ ، والراجح أنه لا يشترط ذلك

“Kerjasama bentuk mudhorobah adalah bagian dari syirkah, berjalan dengan cara modal berasal dari salah satu dari kedua belah pihak, kemudian pekerjaan (yang menjalankan usaha) dari pihak kedua. Adapun jika modal dan penjalanan usaha dilakukan oleh kedua belah pihak, maka namanya syirkah ‘inan. Jika modal berasal dari kedua belah pihak, namun pengelolaan modal dilakukan oleh satu orang saja, maka syirkah ini dinamakan syirkah ‘inan menurut sebagian ahli fiqih, atau sebagian ahli fiqh menganggap syirkah ini satu sisi serupa dengan ‘inan, sisi lain serupa dengan mudhorobah, sebagian ulama mempersyaratkan pihak yang mengolah modal kelak untuk mendapat bagi hasil lebih banyak dari laba yang didapat. Namun pendapat yang kuat adalah tidak harus ada persyaratan yang demikian”.

Lihat: Islamqa.info

Intinya, model usaha yang Anda jalankan bersama adik anda tidak ada masalah dalam tinjauan syariat, hukumnya BOLEH. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Selasa, 10 Ramadan 1443 H/ 12 April 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul
Back to top button