Fiqih

Nama-Nama Lain Dari Sunnah Dalam Istilah Fikih

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Nama-Nama Lain Dari Sunnah Dalam Istilah Fikih

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang nama-nama lain dari sunnah dalam istilah fikih. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Dalam catatan kaki no. 1 dalam modul terjemahan diberi keterangan bahwa ahli ushul mendefinisikan wajib dan mustahab, apakah mustahab ini nama lain dari sunnah ustadz? Jazakallahu khayran atas jawabannya.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah.

Ya, nama lain dari sunnah menurut istilah fiqih adalah mustahab, juga ada nama lainnya. Sebagaimana yang banyak dijelaskan dalam beberapa kitab fiqih, di antara lain seperti penjelasan berikut:

Bahwa macam ibadah ditinjau dari perintahnya menjadi 2:

Pertama: perintah yang harus dilakukan, disebut dengan wajib atau fardhu.

Kedua: perintah yang tidak sampai hukum wajib, disebut dengan Nafilah, Tahhowwu`, Mandub, Mustahab, Sunnah Muakkadah dan Sunnah Ghoiru Muakkaddah.

Terhadap kata dan nama di atas pada bagian kedua, para ulama terbagi menjadi 3 pendapat:

1. Semua lafadz maknanya sama, tidak ada perbedaan, sebagaimana pendapat yang masyhur dari imam Syafi`i, dan mereka juga sepakat adanya penekanan dari sisi amalannya antara satu dengan yang lainnya.

2. Kedua: bahwa Nafilah lebih umum, masuk di dalamnya kata sunnah dan mustahab, sebagaimana perdapat Hanafiyah.

3. Yang ketiga: makna Nafilah adalah apa yang dilakukan Nabi sallahu alaihi wasallam dan tidak menjadi rutin, di mana kadang dikerjakan dan kadang ditinggal.

Adapun sunnah adalah apa yang dilakukan Nabi, beliau merutinkannya dan menampakkannya di depan umum, namun begitu tidak ada dalil atas kewajibannya, ini adalah madzhab Malikiyah, dan serupa dari madzhab Hanabilah.

Mereka berpendapat bahwa mandub terbagi lagi menjadi 3 tingkat: paling tingginya Sunnah, kemudian Fadhilah kemudian Nafilah.

Ringkasnya:

Suatu perintah ibadah yang diluar fardhu dan wajib di sebut dengan sunnah, mandub, mustahab, Roghbah, Fadhilah, nafilah. dll.

Nama nama tersebut mempnyai tingkatan dengan pensekanan perintah yang berbeda , paling tingginya tingkatan/penekanan adalah dengan apa yang telah menjadi rutinitas nabi sallahu alaihi wasallah dan Beliau lakukan di depan umum. Dan tiada perbedaan dengan nama namat tersebut.

Wallahu ‘Alam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 7 Ramadan 1443 H/ 11 April 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/